Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    30-04-2026 - 22.07

    Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!

    30-04-2026 - 18.05

    30-04-2026 - 13.05
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Trending
    • Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!
    • Geger! Kekayaan Gelap Keluarga Bandar Narkoba Rp15,3 M Disita!
    • Suami Bupati Fadia Arafiq Diperiksa KPK: Misteri Aliran Uang PT RNB Terkuak?
    • Terobosan Unhas: Kampus Pertama Punya Dapur Gizi Modern di Indonesia!
    • Tragedi Bekasi Timur: Korban Tewas Bertambah, Ini Identitas Lengkapnya!
    Jumat, 15 Mei 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Home
    • Features
      • View All On Demos
    • Buy Now
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Skandal LHKPN: 96 Ribu Pejabat ‘Hilang’, MAKI Desak KPK Buka-bukaan!
    Nasional

    Skandal LHKPN: 96 Ribu Pejabat ‘Hilang’, MAKI Desak KPK Buka-bukaan!

    30-03-2026 - 03.052 Mins Read
    FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrRedditTelegramEmail
    Skandal LHKPN: 96 Ribu Pejabat 'Hilang', MAKI Desak KPK Buka-bukaan!

    zonamerahnews – Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) melontarkan desakan keras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mempublikasikan daftar nama 96 ribu pejabat negara yang hingga kini belum menunaikan kewajiban melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025. Permintaan ini muncul setelah data dari KPK sendiri menunjukkan puluhan ribu penyelenggara negara masih abai terhadap kewajiban transparansi harta kekayaan mereka.

    Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menegaskan bahwa langkah pengumuman nama-nama ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk apresiasi bagi mereka yang patuh dan sekaligus sanksi sosial bagi yang mangkir. "Bagi yang taat, berikan penghargaan dengan mengumumkan kepatuhan mereka. Sebaliknya, bagi yang tidak patuh, sudah seharusnya nama-nama mereka diumumkan ke publik," ujar Boyamin saat dihubungi zonamerahnews.com pada Minggu (29/3).

    Skandal LHKPN: 96 Ribu Pejabat 'Hilang', MAKI Desak KPK Buka-bukaan!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Menurut Boyamin, pelaporan harta kekayaan merupakan salah satu pilar tanggung jawab fundamental seorang pejabat negara, di samping tugas utama mereka melayani masyarakat. Ia mengkritik keras jika KPK hanya mengumumkan jumlah total wajib lapor tanpa merinci nama-nama, karena hal tersebut dinilai terkesan melindungi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

    "Jika KPK hanya berbicara angka, itu justru menimbulkan kesan melindungi. Ini bukan hanya mengalihkan perhatian dari isu-isu krusial, tapi juga menunjukkan kelemahan dalam penegakan integritas," tambahnya.

    MAKI juga menyoroti perlunya KPK untuk mengembalikan kepercayaan publik yang dinilai semakin terkikis, terutama di tengah berbagai polemik, termasuk kasus yang menyeret mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Boyamin menekankan bahwa KPK harus berbenah diri dengan cara-cara yang lebih transparan dan elegan demi mendapatkan kembali legitimasi di mata masyarakat.

    Di sisi lain, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, sebelumnya telah mengklarifikasi bahwa dari total 431.468 wajib lapor LHKPN, sebanyak 67,98 persen di antaranya telah menuntaskan kewajiban tersebut per 11 Maret 2026. Ini berarti masih ada sekitar 96 ribu penyelenggara negara yang belum menyerahkan laporan hartanya.

    Budi mengingatkan bahwa batas waktu penyampaian LHKPN secara benar, lengkap, dan tepat waktu adalah 31 Maret 2026, yang bisa dilakukan melalui laman elhkpn.kpk.go.id. Kewajiban ini berlaku luas bagi berbagai kalangan pejabat, mulai dari pimpinan lembaga negara, jajaran kabinet, pimpinan lembaga pemerintah dan nonstruktural, kepala daerah, hakim, direksi BUMN dan BUMD di seluruh Indonesia, hingga pejabat lainnya yang diwajibkan.

    Transparansi LHKPN merupakan instrumen krusial dalam upaya pencegahan korupsi dan menjaga akuntabilitas pejabat publik. Desakan MAKI ini menjadi sorotan serius bagi KPK untuk membuktikan komitmennya dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.

    Follow on Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

      jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

      Related Posts

      30-04-2026 - 22.07

      Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!

      30-04-2026 - 18.05

      30-04-2026 - 13.05

      Geger! Kekayaan Gelap Keluarga Bandar Narkoba Rp15,3 M Disita!

      30-04-2026 - 08.05

      Suami Bupati Fadia Arafiq Diperiksa KPK: Misteri Aliran Uang PT RNB Terkuak?

      30-04-2026 - 03.05

      29-04-2026 - 22.05
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Don't Miss

      Nasional30-04-2026 - 22.07

      Papua Siap-siap! Wamendagri Ungkap Jurus Jitu Demi Kesejahteraan! zonamerahnews – Jakarta – Wakil Menteri Dalam…

      Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!

      30-04-2026 - 18.05

      30-04-2026 - 13.05

      Geger! Kekayaan Gelap Keluarga Bandar Narkoba Rp15,3 M Disita!

      30-04-2026 - 08.05
      Our Picks

      30-04-2026 - 22.07

      Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!

      30-04-2026 - 18.05

      30-04-2026 - 13.05

      Geger! Kekayaan Gelap Keluarga Bandar Narkoba Rp15,3 M Disita!

      30-04-2026 - 08.05
      zonamerahnews
      • Home
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Redaksi
      • Tentang Kami
      © 2026 ZONAMERAHNEWS

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.