zonamerahnews – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, kembali menunjukkan geliat luar biasa pada Rabu (25/3). Memasuki H+4 Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026, arus balik pemudik membanjiri bandara, dengan total prediksi 180.555 penumpang yang memadati fasilitas tersebut. Angka ini menandai puncak awal kepadatan setelah perayaan hari raya.
Menurut data yang dirilis oleh PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney), mayoritas pergerakan didominasi oleh penumpang kedatangan, mencapai 99.637 orang. Sementara itu, sebanyak 80.918 penumpang tercatat melakukan keberangkatan dari Soetta. Lonjakan ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat mulai kembali dari kampung halaman atau destinasi liburan mereka.

Seluruh aktivitas padat ini tersebar merata di tiga terminal utama Soetta, yakni Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3. Untuk menampung lonjakan ini, tercatat ada 1.198 penerbangan yang beroperasi, mencakup rute domestik dan internasional, termasuk 36 penerbangan khusus kargo yang turut mendukung mobilitas barang di tengah kepadatan penumpang.
Pantauan tim zonamerahnews.com di Terminal 1 memperlihatkan suasana yang sangat ramai, khususnya di area kedatangan. Sejak tengah hari hingga sore, gelombang penumpang terus berdatangan, memenuhi lorong-lorong dan area penjemputan. Antrean terlihat di beberapa titik, namun petugas bandara sigap mengarahkan para penumpang untuk memastikan kelancaran arus.
Para pemudik yang tiba berasal dari berbagai penjuru Nusantara, seperti Bali, Pontianak, Makassar, Ambon, Kalimantan Tengah, Jambi, Lampung, Manado, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Batam, Pangkal Pinang, hingga Medan. Ini menunjukkan cakupan luas dari arus balik Lebaran kali ini, mencerminkan mobilitas masyarakat Indonesia yang tinggi pasca-liburan.
Pengelola Bandara Soekarno-Hatta memprediksi bahwa puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada tanggal 28 Maret mendatang. Hal ini seiring dengan berakhirnya masa libur panjang Idulfitri, di mana banyak pekerja dan pelajar akan kembali ke aktivitas rutin mereka. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi penerbangan dan mempersiapkan perjalanan dengan baik guna menghindari penumpukan yang lebih parah.

