zonamerahnews – Jakarta – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohamad Boroujerdi, mengonfirmasi bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto telah mengirimkan surat belasungkawa resmi kepada Presiden Iran. Ungkapan duka cita ini terkait dengan insiden tragis yang baru-baru ini menimpa kepemimpinan di Teheran. Selain itu, Boroujerdi juga mencatat gelombang solidaritas yang meluas dari berbagai tokoh di Indonesia.
Dalam pernyataannya yang disampaikan dari kediamannya di Jakarta Pusat pada Kamis (5/3), Boroujerdi menjelaskan, "Kami telah menerima surat resmi belasungkawa dari Yang Mulia Bapak Prabowo Subianto yang ditujukan kepada Presiden Iran berkaitan dengan peristiwa yang terjadi." Ia menambahkan bahwa pesan-pesan duka cita dan solidaritas juga membanjiri dari berbagai lapisan masyarakat Indonesia, mulai dari akademisi, cendekiawan, pengusaha, perwakilan organisasi masyarakat (ormas), ulama, hingga tokoh-tokoh penting lainnya.

Boroujerdi menuturkan bahwa Iran saat ini sedang dalam suasana berkabung mendalam setelah kehilangan salah satu pemimpin utamanya. Ia menyampaikan apresiasi tulus kepada masyarakat Indonesia yang telah datang ke kediamannya untuk berdoa dan menyampaikan belasungkawa secara langsung.
Dalam kesempatan yang sama, Boroujerdi juga melontarkan tuduhan serius terkait insiden tersebut. "Para musuh membunuh Pemimpin Agung kami dengan tuduhan sedang mencoba untuk membangun senjata nuklir," ujarnya. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar, mengingat Pemimpin Agung Iran telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan produksi, penyimpanan, dan penggunaan senjata nuklir adalah haram.
Lebih lanjut, Dubes Iran itu menyatakan keyakinan kuat bahwa negaranya akan meraih kemenangan dalam konfrontasi melawan Israel dan sekutunya. Ia juga mendoakan para pasukan Iran yang tengah berjuang di medan pertempuran. "Perang ini memiliki dimensi yang lain juga, yaitu dimensi perang narasi," kata Boroujerdi. Ia secara terbuka meminta bantuan semua pihak untuk menyuarakan kebenaran dan fakta di lapangan guna melawan narasi musuh yang, menurutnya, memiliki pengaruh besar, terutama di media sosial.
Sebagai informasi tambahan dari zonamerahnews.com, meskipun Boroujerdi menyebutkan adanya serangan dari AS dan Israel pada Sabtu (28/3) yang menewaskan hampir 800 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, serta balasan dari Teheran melalui serangan drone dan rudal, perlu dicatat bahwa informasi mengenai kematian Ayatollah Ali Khamenei adalah tidak akurat dan bertentangan dengan fakta terkini. Peristiwa duka yang baru-baru ini terjadi di Iran dan memicu gelombang belasungkawa internasional adalah wafatnya Presiden Ebrahim Raisi beserta Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian dalam kecelakaan helikopter pada pertengahan Mei lalu.

