zonamerahnews – Seorang pria berinisial K (43) nekat membakar rumah orang tuanya di Desa Sumberagung, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Rabu (4/2) lalu. Aksi membabi buta ini dipicu oleh kemarahan K yang memuncak setelah mengetahui ayahnya, Sapin (63), membawa seorang wanita idaman lain (WIL) ke rumah, padahal sang ayah sudah dua tahun pisah ranjang dengan ibunya. Akibat perbuatannya, K kini harus mendekam di balik jeruji besi dan terancam hukuman penjara sembilan tahun.
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Heri Dwi Utomo, menjelaskan bahwa kasus pembakaran ini berawal dari konflik internal keluarga yang rumit. "Kami telah mengungkap kasus pembakaran rumah di Desa Sumberagung, Kecamatan Jaken. Tersangka berinisial K," kata Heri di Polresta Pati, seperti dilansir zonamerahnews.com. Heri menambahkan, insiden tragis ini merupakan konflik internal keluarga, di mana pelaku adalah anak kandung dan korban adalah rumah milik ayah kandungnya.

Peristiwa yang menggemparkan warga ini terjadi pada Rabu siang. Menurut Heri, pemicunya adalah masalah rumah tangga antara Sapin dan ibu K yang sudah pisah ranjang selama dua tahun. Drama keluarga ini memanas ketika adik K, berinisial S, menjadi saksi kunci. S mendapati ayahnya, Sapin, bersama seorang perempuan lain di dalam rumah. Tak terima dengan pemandangan tersebut, S kemudian menceritakan kejadian itu kepada kakaknya, K.
Mendengar cerita adiknya, K yang berusia 43 tahun itu langsung dilanda emosi. Tanpa pikir panjang, ia membeli sebotol pertalite, lalu mendatangi rumah ayahnya. Di sana, K menyiramkan bahan bakar tersebut ke lantai dan kasur, kemudian menyulutnya. Api dengan cepat membesar dan melalap dua unit rumah hingga ludes terbakar. Kerugian material akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp120 juta.
"Motifnya jelas, karena keberadaan perempuan lain di rumah itulah yang memicu emosi sang anak," jelas Kompol Heri Dwi Utomo. Kini, K telah ditahan di ruang tahanan Polresta Pati dan dijerat dengan pasal yang mengancamnya dengan hukuman maksimal sembilan tahun penjara, sebagai konsekuensi dari tindakan emosional yang menghancurkan dua unit rumah dan merusak tatanan keluarga.

