zonamerahnews – Tragedi memilukan melanda sektor pertambangan di Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Sebanyak enam pekerja tambang bijih timah dilaporkan tewas setelah tertimbun longsor di area penambangan ilegal di Desa Pemali. Insiden nahas yang juga menyebabkan satu pekerja terluka dan satu lainnya masih hilang ini terjadi pada Senin sore, 2 Februari 2024.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Rusmansyah, kepada zonamerahnews.com pada Selasa (3/2), mengungkapkan bahwa total delapan individu menjadi korban dalam musibah longsor tersebut. Dari jumlah itu, enam di antaranya telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dalam kondisi tak bernyawa.

Proses evakuasi dan penemuan korban berlangsung dramatis secara bertahap. Tiga jenazah pertama ditemukan pada Senin malam (2/2), diikuti oleh penemuan tiga jenazah lainnya pada Selasa dini hari (3/2). Sementara itu, satu pekerja berhasil ditemukan selamat meskipun mengalami luka di bagian kaki. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur masih terus berjibaku melanjutkan pencarian satu korban terakhir yang dilaporkan belum ditemukan, dimulai sejak Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka, telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit setempat untuk proses identifikasi lebih lanjut dan penanganan medis yang diperlukan.
Musibah longsor ini diperkirakan terjadi pada Senin sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Menurut keterangan saksi mata dan informasi dari lapangan, para pekerja sedang sibuk melakukan aktivitas penambangan timah ketika tiba-tiba tanah di sekeliling mereka ambles dengan suara gemuruh yang memekakkan telinga, menimbun mereka di kedalaman.
Dugaan kuat mengarah pada aktivitas penambangan bijih timah jenis inkonvensional (TI) yang dioperasikan secara pribadi tanpa dilengkapi dokumen perizinan resmi dari pihak berwenang. Ironisnya, lokasi penambangan ilegal ini disinyalir berada di atas area Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Timah Tbk, sebuah perusahaan tambang timah negara.
Rusmansyah menambahkan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat setempat, terus mengoptimalkan upaya pencarian. "Kita berharap tim gabungan berhasil menemukan satu orang korban yang belum ditemukan. Proses pencarian menggunakan alat berat, seperti ekskavator dan alat pendukung lain untuk mempercepat proses pencarian," pungkasnya, menunjukkan harapan besar agar korban terakhir dapat segera ditemukan.

