zonamerahnews – Presiden Prabowo Subianto membuat pernyataan yang menarik perhatian publik terkait dampak positif program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, inisiatif yang mulai bergulir secara bertahap sejak Januari tahun lalu ini telah berhasil menyerap hingga satu juta tenaga kerja. Klaim signifikan ini disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Sentul, Bogor, pada Senin lalu.
Dalam pidatonya yang berapi-api, Prabowo menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja tidak datang dari sekadar keluhan atau kritik tanpa tindakan nyata. "Kita semua paham rakyat kita membutuhkan pekerjaan, tapi kalau kita teriak-teriak, kita mencela-mencela, menghardik-menghardik, enggak akan tercipta," ujarnya. Ia kemudian melanjutkan dengan klaim pembuktian yang kuat. "Saya buktikan kepada saudara-saudara, Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menghasilkan 1 juta lapangan kerja hanya dari MBG," tegasnya, disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Prabowo juga membeberkan skala jangkauan program MBG yang telah menyentuh 60 juta penerima manfaat hingga saat ini. Untuk mendukung operasionalnya, tercatat ada 22.275 dapur operasional atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang aktif di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.829 di antaranya masih dalam proses penilaian untuk memastikan standar kualitas dan efisiensi yang optimal.
Visi ke depan program ini pun tak kalah ambisius. Presiden Prabowo menargetkan MBG akan mencapai 82 juta penerima manfaat paling lambat pada Desember 2026. Dengan pencapaian target tersebut, ia optimis program ini akan mampu menciptakan dampak yang lebih besar lagi terhadap perekonomian nasional. "Itu nanti di ujungnya kalau kita sampai 82 juta (penerima manfaat), kita akan menciptakan 3-5 juta lapangan kerja," jelasnya, menunjukkan proyeksi peningkatan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja.
Menanggapi isu-isu yang mungkin muncul terkait kualitas makanan, khususnya kasus keracunan, Prabowo tidak menampiknya. Ia mengakui adanya "sekian ribu" kasus keracunan yang dilaporkan. Namun, ia dengan cepat memberikan perspektif perbandingan yang menenangkan. "Kalau kita jumlahkan berapa ribu yang keracunan dibandingkan berapa miliar makanan yang sudah kita bagi, statistiknya adalah 0,0087," paparnya. Angka ini, menurut Prabowo, menunjukkan tingkat keberhasilan yang luar biasa tinggi, yakni 99,99% dari seluruh upaya penyaluran MBG harus dinyatakan berhasil.
Pernyataan Presiden Prabowo ini menggarisbawahi komitmen pemerintahannya dalam mengatasi masalah gizi sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat luas melalui program MBG. Data dan proyeksi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi tolok ukur keberhasilan program strategis ini di masa mendatang.

