zonamerahnews – Kisah mengerikan menimpa seorang remaja putri di Sukoharjo, Jawa Tengah, ketika momen unboxing paket belanja online berubah menjadi mimpi buruk akibat gigitan ular kobra. Sakinah, nama korban, harus menjalani perawatan intensif setelah insiden yang terjadi di Desa Nguter, Sukoharjo.
Peristiwa nahas itu bermula pada Senin (26/1) sore, sekitar pukul 16.00-17.00 WIB, saat Sakinah membongkar paket berisi karpet yang baru saja tiba. Kakak korban, Devia Khaerunnisa, menceritakan bahwa awalnya keluarga menduga ular berbisa itu bersembunyi di dalam paket, mengingat ada sedikit celah terbuka pada kemasan karpet tersebut.

Setelah berhasil mengurai isi paket, Sakinah mulai membersihkan sisa-sisa plastik kemasan. Tak disangka, di antara tumpukan sampah plastik itulah seekor ular kobra kecil tiba-tiba muncul dan langsung menyerang, menggigit lengan siku kiri Sakinah. Remaja itu sontak berteriak kesakitan, merasakan nyeri hebat, perih, dan panas yang menjalar, gejala khas gigitan ular berbisa.
Kondisi Sakinah memburuk dengan cepat. Ia segera dilarikan ke RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, di mana ia harus menjalani operasi dan dirawat selama beberapa hari. Devia mengakui bahwa penanganan pertolongan pertama yang mereka lakukan ternyata keliru. "Kami sempat memijat area gigitan, mengikatnya, dan menggunakan air hangat. Teman-teman dari Exalos mengatakan itu justru memperparah kondisi," ungkap Devia, menyoroti pentingnya penanganan yang benar.
Namun, fakta mengejutkan terkuak setelah Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, menjenguk dan memberikan donasi kepada korban di rumah sakit. Berdasarkan penuturan langsung dari Sakinah, Janu menyimpulkan bahwa ular kobra tersebut bukan berasal dari dalam paket belanja online, melainkan sudah berada di dalam rumah korban.
Janu memaparkan, ada jeda waktu sekitar satu jam antara Sakinah membuka paket dan saat ia hendak membuang tumpukan sampah plastik bekas kemasan. Dalam rentang waktu itulah, diperkirakan ular yang mungkin memang sudah bersarang di rumah, menyelinap dan bersembunyi di antara tumpukan plastik tersebut. "Foto ular yang sempat viral terjerat lakban, kemungkinan besar terjadi setelah unboxing, saat ular tersebut bergerak di lantai dan terjerat," jelas Janu, seperti dikutip zonamerahnews.com.
Lebih lanjut, Janu menggarisbawahi bahwa penanganan awal yang keliru, seperti memijat area gigitan, penggunaan air panas, dan pengikatan, justru menjadi pemicu utama memburuknya kondisi Sakinah hingga memerlukan 12 ampul antibisa dan tindakan operasi. Ia menekankan pentingnya untuk tetap tenang, tidak banyak bergerak, dan segera membawa korban gigitan ular ke fasilitas medis terdekat tanpa melakukan pertolongan pertama yang tidak tepat. Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan bahaya gigitan ular dan pentingnya pengetahuan pertolongan pertama yang benar.

