Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    30-04-2026 - 22.07

    Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!

    30-04-2026 - 18.05

    30-04-2026 - 13.05
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Trending
    • Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!
    • Geger! Kekayaan Gelap Keluarga Bandar Narkoba Rp15,3 M Disita!
    • Suami Bupati Fadia Arafiq Diperiksa KPK: Misteri Aliran Uang PT RNB Terkuak?
    • Terobosan Unhas: Kampus Pertama Punya Dapur Gizi Modern di Indonesia!
    • Tragedi Bekasi Timur: Korban Tewas Bertambah, Ini Identitas Lengkapnya!
    Rabu, 6 Mei 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Home
    • Features
      • View All On Demos
    • Buy Now
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Geger! Wacana Polri di Bawah Menteri Ditolak Keras, Ini Alasannya!
    Nasional

    Geger! Wacana Polri di Bawah Menteri Ditolak Keras, Ini Alasannya!

    29-01-2026 - 03.053 Mins Read
    FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrRedditTelegramEmail
    Geger! Wacana Polri di Bawah Menteri Ditolak Keras, Ini Alasannya!

    zonamerahnews – Wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian kembali mencuat, namun langsung disambut penolakan tegas dari berbagai pihak. Kali ini, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Umat Islam (DPP PUI), Raizal Arifin, secara lugas menyatakan bahwa fokus utama negara seharusnya diarahkan pada penguatan institusi Polri secara substantif, bukan pada perubahan struktur kelembagaan yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian.

    Raizal Arifin menekankan bahwa posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden merupakan pilar penting dari konsensus reformasi. Penempatan ini, menurutnya, krusial untuk menjaga profesionalisme dan netralitas korps Bhayangkara dari intervensi politik atau kepentingan sektoral. Dalam urusan keamanan dan ketertiban, kejelasan garis komando menjadi faktor penentu. Karena itu, struktur Polri yang saat ini berada langsung di bawah Presiden dinilai masih yang paling relevan dan efektif untuk menjaga stabilitas nasional.

    Geger! Wacana Polri di Bawah Menteri Ditolak Keras, Ini Alasannya!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "PUI memandang bahwa posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden merupakan bagian dari konsensus reformasi untuk menjaga profesionalisme dan netralitas kepolisian," kata Raizal, seperti dilansir zonamerahnews.com. Ia menambahkan, "Dalam konteks keamanan, kejelasan komando sangat menentukan. Struktur yang ada sekarang menurut kami masih yang paling tepat untuk memastikan koordinasi dan respons negara berjalan cepat."

    Lebih lanjut, Raizal turut menyoroti pentingnya menjaga independensi dalam upaya penegakan hukum. Penempatan Polri di luar struktur kementerian dapat membantu memastikan kepolisian bekerja secara objektif dan tidak terpengaruh dinamika politik jangka pendek. "Yang perlu dijaga adalah independensi penegakan hukum, agar Polri bisa menjalankan tugasnya secara adil dan profesional," tegasnya.

    DPP PUI mendorong penguatan Polri secara menyeluruh, terutama dalam aspek profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Raizal menilai langkah-langkah ini jauh lebih mendesak dibandingkan perubahan struktural yang justru berpotensi memicu kegaduhan kelembagaan. "Bagi PUI, penguatan institusi jauh lebih penting daripada perubahan struktur. Setiap kebijakan negara seharusnya berangkat dari semangat islah dan kemaslahatan bersama," pungkasnya.

    Penolakan serupa sebelumnya juga disuarakan dengan sangat tegas oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Sigit menyatakan bahwa menempatkan Polri di bawah kementerian sama saja dengan melemahkan institusi Polri, negara, bahkan Presiden. Ia bahkan membuat pernyataan dramatis yang menarik perhatian publik.

    "Saya anggap meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara dan melemahkan presiden. Oleh karena itu, apabila ada pilihan, apakah polisi tetap berada di bawah presiden atau polisi tetap di bawah presiden namun ada menteri kepolisian, saya memilih Kapolri saja yang dicopot," kata Sigit.

    Bahkan, Jenderal bintang empat itu mengaku sempat mendapat tawaran untuk menjadi menteri kepolisian. Namun, ia dengan tegas menolak gagasan tersebut. "Bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WA, ‘mau ndak Pak Kapolri jadi Menteri Kepolisian?’. Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan bapak-ibu sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian, dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja," tegas Kapolri, menunjukkan komitmennya terhadap independensi institusi.

    Konsensus dari berbagai pihak ini jelas: penguatan internal Polri adalah prioritas utama. Menjaga independensi dan profesionalisme dinilai jauh lebih krusial dibandingkan merombak struktur yang sudah terbangun sejak era reformasi, demi kemaslahatan bersama dan stabilitas negara.

    Follow on Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

      jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

      Related Posts

      30-04-2026 - 22.07

      Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!

      30-04-2026 - 18.05

      30-04-2026 - 13.05

      Geger! Kekayaan Gelap Keluarga Bandar Narkoba Rp15,3 M Disita!

      30-04-2026 - 08.05

      Suami Bupati Fadia Arafiq Diperiksa KPK: Misteri Aliran Uang PT RNB Terkuak?

      30-04-2026 - 03.05

      29-04-2026 - 22.05
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Don't Miss

      Nasional30-04-2026 - 22.07

      Papua Siap-siap! Wamendagri Ungkap Jurus Jitu Demi Kesejahteraan! zonamerahnews – Jakarta – Wakil Menteri Dalam…

      Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!

      30-04-2026 - 18.05

      30-04-2026 - 13.05

      Geger! Kekayaan Gelap Keluarga Bandar Narkoba Rp15,3 M Disita!

      30-04-2026 - 08.05
      Our Picks

      30-04-2026 - 22.07

      Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!

      30-04-2026 - 18.05

      30-04-2026 - 13.05

      Geger! Kekayaan Gelap Keluarga Bandar Narkoba Rp15,3 M Disita!

      30-04-2026 - 08.05
      zonamerahnews
      • Home
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Redaksi
      • Tentang Kami
      © 2026 ZONAMERAHNEWS

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.