zonamerahnews – Jakarta digemparkan dengan perpindahan tiga politisi senior dari Partai NasDem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketiga tokoh tersebut adalah Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse Mappasessu. Langkah mengejutkan ini menimbulkan spekulasi mengenai alasan di balik keputusan mereka meninggalkan partai yang didirikan oleh Surya Paloh dan memilih bergabung dengan partai yang kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep.
Ahmad Ali dan Bestari Barus telah lebih dulu menjadi bagian dari struktur kepengurusan PSI. Rusdi Masse, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, menjadi nama terakhir yang mengikuti jejak kedua rekannya. Sahroni, yang digantikan oleh Rusdi di Komisi III setelah demonstrasi di DPR pada Agustus 2025 lalu, membenarkan kabar keluarnya Rusdi dari NasDem dan menduga kuat bahwa Rusdi akan berlabuh di PSI.

Bestari Barus, yang kini menjabat sebagai Ketua DPP PSI, menyambut hangat kemungkinan bergabungnya Rusdi Masse. "Kita akan menerima dengan sangat senang hati dan memberikan karpet merah sepanjang-panjangnya untuk menyambut kehadirannya bergabung dengan PSI untuk menang Pemilu 2029," ujarnya.
Rusdi Masse sendiri merupakan anggota DPR RI dari Fraksi NasDem yang mewakili daerah pemilihan Sulawesi Selatan. Ia telah menjadi anggota parlemen sejak 2019 dan dikenal sebagai tokoh yang mampu mendulang suara signifikan bagi NasDem di Sulawesi Selatan. Pada Pemilu 2019, Rusdi berhasil meraih 119.003 suara, menjadikannya peraih suara tertinggi di provinsi tersebut. Sebelum terjun ke dunia politik nasional, Rusdi pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Sidrap dan Bupati Sidrap selama dua periode (2008-2018). Dalam perjalanan karir politiknya, Rusdi pernah bergabung dengan Partai Bintang Reformasi dan Golkar sebelum akhirnya berlabuh di NasDem pada tahun 2016.
Sementara itu, Ahmad Ali dan Bestari Barus resmi bergabung dengan PSI saat pengumuman struktur kepengurusan DPP PSI periode 2025-2030 pada 26 September 2025. Ahmad Ali, politisi asal Sulawesi Tengah, memulai karir politiknya sebagai anggota DPRD Kabupaten Morowali (2009-2014) dari Partai Patriot. Pada tahun 2013, ia pindah ke NasDem dan setahun kemudian mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Dapil Sulawesi Tengah. Ahmad Ali berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 setelah meraih 152.270 suara sah. Dalam struktur partai, ia pernah menjabat sebagai Ketua DPW NasDem Sulawesi Tengah (2013-2018) dan Wakil Ketua Umum DPP NasDem. Setelah dua periode menjadi anggota DPR, Ahmad Ali mencoba peruntungannya dalam Pilgub Sulawesi Tengah 2024, namun kalah dari pasangan Anwar Hafid-Remy Lamadjido.
Bestari Barus, politisi yang berasal dari Jakarta, sebelumnya aktif sebagai anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta (2014-2019) dan menjabat sebagai Ketua Fraksi NasDem pada saat itu.
Sekretaris Jenderal NasDem, Hermawi Taslim, merespons positif kepindahan Ahmad Ali dan Bestari Barus ke PSI. Ia mengaku senang dan berharap yang terbaik bagi keduanya setelah gagal dalam pencalonan legislatif Pemilu 2024. "NasDem ikut senang keduanya mencoba peruntungan di partai baru, setelah gagal jadi anggota legislatif pada pemilu lalu, semoga sukses," kata Hermawi pada 27 September 2025.
Bestari Barus selaku Ketua DPP PSI mengungkapkan bahwa partainya telah menyiapkan posisi khusus bagi Rusdi Masse setelah menyatakan mundur dari Partai NasDem. Ia meyakini bahwa Rusdi akan membawa basis pendukung baru bagi PSI, terutama dari Sulawesi Selatan. "Tentu dong (posisi khusus), dengan gerbong yang sedemikian besar yang semuanya akan pindah, tentu tempat terbaik untuk Bung Rusdi Masse," ujar Bestari. "Ini gerbongnya besar sekali toh. Saya kira dia tidak hanya sebagai anggota DPR, tapi yang ke bawah pasti akan juga bersama dengan beliau," imbuhnya.

