zonamerahnews – Kepolisian Resor Bogor mengambil tindakan tegas menyusul insiden salah tangkap yang memicu kemarahan warga dan berujung pada penggerudukan Mapolsek Parungpanjang. Tiga personel kepolisian kini harus menanggung konsekuensi berat, mulai dari pencopotan jabatan hingga penempatan khusus. Keputusan ini diumumkan oleh Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto pada Minggu (28/12/2025), sebagai respons atas pelanggaran prosedur yang terjadi.
AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan bahwa tiga anggota yang dikenai sanksi adalah Aiptu IN, Bripka MAS, dan Briptu AN. Mereka terbukti melakukan pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum di lapangan. "Sanksi disiplin telah dijatuhkan, mencakup penempatan khusus di Rutan Polres Bogor selama 21 hari, mutasi bersifat demosi, dan pembebasan dari jabatan," terang AKBP Wikha, seperti dikutip dari zonamerahnews.com pada Minggu sore.

Insiden yang memicu ketegangan ini bermula dari upaya pengejaran Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Cigudeg. Namun, dalam prosesnya, terjadi kesalahan fatal. Seorang warga berinisial AK, yang bukan target utama, justru diamankan. Miskomunikasi dan dugaan pelanggaran prosedur saat mengamankan AK inilah yang kemudian menyulut reaksi keras dari pihak keluarga dan warga Desa Tegalega, hingga mereka beramai-ramai mendatangi Mapolsek Parungpanjang untuk menuntut klarifikasi pada Jumat (26/12) lalu.
Menanggapi situasi tersebut, Kapolres Wikha Ardilestanto tidak tinggal diam. Ia langsung menerima laporan dari korban AK di Polres Bogor, didampingi Kepala Desa dan perwakilan keluarga, memastikan keluhan mereka ditangani dengan baik di Ruang Pengaduan Polres Bogor. Tak hanya itu, komunikasi intensif juga dijalin dengan tokoh agama setempat, Ahum, yang merupakan orang tua dari warga yang sempat diamankan. Bahkan, Wakapolres Bogor Kompol Rizka Fadhila secara khusus diutus untuk bersilaturahmi ke kediaman Ahum, guna memastikan situasi di lapangan tetap kondusif dan meredakan ketegangan yang sempat terjadi. Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Polres Bogor dalam menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik.

