Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terbongkar! Kurir Narkoba Bawa 26 Kg Ganja di Sumut, Endingnya Mengejutkan!

    11-01-2026 - 03.05

    Banjir Bawa Berkah? Ribuan Kayu Aceh Kini Jadi Rumah Impian!

    10-01-2026 - 22.05

    Bali Bergetar Hebat! Gempa M 4,5 Guncang Kuta Selatan, Aman Tsunami?

    10-01-2026 - 18.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Terbongkar! Kurir Narkoba Bawa 26 Kg Ganja di Sumut, Endingnya Mengejutkan!
    • Banjir Bawa Berkah? Ribuan Kayu Aceh Kini Jadi Rumah Impian!
    • Bali Bergetar Hebat! Gempa M 4,5 Guncang Kuta Selatan, Aman Tsunami?
    • Sejarah Terukir! Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Apa Kata Yusril?
    • Skandal Haji Mengguncang! Yaqut dan Stafsus Resmi Tersangka KPK
    • Mencekam! Speedboat Terbalik di Karimun, 1 Pemancing Hilang Ditelan Ombak!
    • Korupsi Menggila! PN Jakpus Banjir Perkara di Tahun 2025
    • Bengkayang Darurat! 6 Kecamatan Terendam Banjir, Warga Diimbau Mengungsi!
    Rabu, 21 Januari 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Home
    • Features
      • View All On Demos
    • Buy Now
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Drama NU Berlanjut: Gus Yahya Gagal Islah, PBNU di Ujung Tanduk?
    Nasional

    Drama NU Berlanjut: Gus Yahya Gagal Islah, PBNU di Ujung Tanduk?

    24-12-2025 - 18.054 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Drama NU Berlanjut: Gus Yahya Gagal Islah, PBNU di Ujung Tanduk?

    zonamerahnews – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengumumkan kegagalannya untuk menjalin komunikasi dengan Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, terkait upaya islah. Pengakuan ini disampaikan setelah tenggat waktu krusial 3×24 jam yang ditetapkan oleh forum kiai sepuh di Pesantren Lirboyo, Kediri, berakhir tanpa hasil yang diharapkan.

    Sejak akhir pekan lalu, para kiai senior NU telah mendesak kedua pucuk pimpinan PBNU tersebut untuk segera mencapai kesepakatan damai. Tenggat waktu yang diberikan terhitung sejak Minggu (21/12) pukul 12.00 WIB, yang berarti telah berakhir pada Rabu (24/12) siang.

    Drama NU Berlanjut: Gus Yahya Gagal Islah, PBNU di Ujung Tanduk?
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Gus Yahya menjelaskan, pasca-pertemuan kiai sepuh di Pesantren Lirboyo, Kediri, ia segera mengirim pesan kepada Miftachul Akhyar. Upaya itu dilanjutkan dengan pengiriman surat permohonan pertemuan pada Senin (22/12). Namun, hingga Rabu siang, respons yang diharapkan tak kunjung tiba.

    "Sampai saat ini saya belum mendapatkan respon, tanggapan atau jawaban atas permohonan saya untuk bertemu dengan Rais Aam. Saya belum mendapatkan jawaban dari Rais Aam mengenai permohonan itu sampai detik ini, sampai siang ini," kata Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat. Menyikapi kebuntuan ini, Gus Yahya menegaskan akan segera berkoordinasi dengan seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Indonesia maupun di luar negeri untuk menentukan langkah strategis selanjutnya.

    Mandat Lirboyo dan Tiga Poin Krusial

    Sebelumnya, Musyawarah Kubro yang diinisiasi oleh para kiai sepuh NU di Pesantren Lirboyo telah menetapkan tiga poin krusial untuk menyelesaikan konflik internal PBNU. Poin pertama mendesak kedua belah pihak untuk melakukan islah dalam batas waktu 3×24 jam terhitung sejak Minggu, 21 Desember 2025 (kemungkinan salah ketik, seharusnya 2024 atau tahun berjalan) pukul 12:00 WIB.

    Kedua, jika kesepakatan islah tidak tercapai, maka mandat akan diserahkan kepada Mustasyar untuk membentuk panitia Muktamar yang netral, dengan batas waktu paling lama satu hari setelah batas akhir islah. Ketiga, apabila opsi satu dan dua tidak terpenuhi, para peserta sepakat untuk mencabut mandat dan mengusulkan penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa (MLB). MLB ini akan dilakukan berdasarkan kesepakatan PW/PC yang hadir, paling lambat sebelum rombongan haji Indonesia kloter pertama diberangkatkan.

    Tanggapan Rais Aam: Hormat tapi Tegas

    Di sisi lain, Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, menanggapi hasil musyawarah Lirboyo dengan sikap hormat namun tegas. Seperti dikutip dari tayangan zonamerahnews.com, ia menyatakan menghormati forum kultural tersebut karena diinisiasi oleh KH Anwar Manshur, salah satu Mustasyar PBNU. Namun, Miftachul menegaskan bahwa keputusan organisasi harus berjalan sesuai aturan dan mekanisme Jam’iyah.

    "Semua harus kembali kepada mekanisme organisasi, karena di situlah marwah Jam’iyah Nahdlatul Ulama dijaga," imbuh Miftachul. Ia juga menjelaskan, proses yang mengarah pada ‘pemberhentian’ Gus Yahya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah bukanlah tindakan sepihak, melainkan melalui serangkaian tahapan kelembagaan. Syuriyah, menurutnya, telah melakukan tabayun (klarifikasi) sebanyak dua kali dengan Gus Yahya, yakni pada 13 dan 17 November. Namun, pada kesempatan tersebut, Gus Yahya disebut justru meninggalkan forum lebih awal dari waktu yang disediakan Rais Aam.

    "Karena itu, perlu ditegaskan bahwa Keputusan Rapat Pleno PBNU pada Hari Selasa, tanggal 9 Desember 2025 (kemungkinan salah ketik, seharusnya 2024 atau tahun berjalan), bukanlah tindakan sepihak individu, melainkan proses kelembagaan yang bergerak melalui tahapan dan forum resmi organisasi, sesuai ketentuan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, serta Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama yang berlaku," tegas Miftachul.

    Gus Yahya Jawab Isu Tambang di Balik Konflik

    Terkait isu sensitif pengelolaan tambang yang disebut-sebut menjadi salah satu pemicu konflik, Gus Yahya memberikan klarifikasi. Ia mengakui bahwa PBNU memang mendapatkan konsesi tambang dari pemerintah. Namun, ia menegaskan bahwa PBNU tidak pernah secara proaktif meminta atau menuntut konsesi tambang tersebut.

    Gus Yahya tidak sepenuhnya yakin bahwa isu tambang adalah satu-satunya akar masalah. "Seandainya tidak ada konsesi tambang itu apakah tidak terjadi hal seperti ini? Ya belum tentu juga," ujarnya. Ia menambahkan bahwa perbedaan kepentingan bisa menjadi pemicu konflik, dan isu yang melingkupinya bisa bermacam-macam.

    Mengenai usulan pengembalian konsesi tambang ke pemerintah, Gus Yahya menyatakan hal itu perlu dimusyawarahkan lebih lanjut, sembari menekankan prinsip dasar PBNU bahwa pengelolaan tambang harus selalu dalam koordinasi dengan pemerintah, bukan hanya oleh NU sendirian atau dengan pihak swasta.

    Dengan tenggat waktu islah yang telah berlalu dan komunikasi yang masih buntu, masa depan kepemimpinan PBNU kini berada di persimpangan jalan, menunggu langkah-langkah strategis selanjutnya dari Gus Yahya dan koordinasi dengan jajaran pengurus di seluruh Indonesia.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Terbongkar! Kurir Narkoba Bawa 26 Kg Ganja di Sumut, Endingnya Mengejutkan!

    11-01-2026 - 03.05

    Banjir Bawa Berkah? Ribuan Kayu Aceh Kini Jadi Rumah Impian!

    10-01-2026 - 22.05

    Bali Bergetar Hebat! Gempa M 4,5 Guncang Kuta Selatan, Aman Tsunami?

    10-01-2026 - 18.05

    Sejarah Terukir! Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Apa Kata Yusril?

    10-01-2026 - 13.05

    Skandal Haji Mengguncang! Yaqut dan Stafsus Resmi Tersangka KPK

    10-01-2026 - 08.05

    Mencekam! Speedboat Terbalik di Karimun, 1 Pemancing Hilang Ditelan Ombak!

    10-01-2026 - 03.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Terbongkar! Kurir Narkoba Bawa 26 Kg Ganja di Sumut, Endingnya Mengejutkan!

    Nasional 11-01-2026 - 03.05

    zonamerahnews – Polres Labuhanbatu Selatan (Labusel) berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika dengan meringkus seorang kurir…

    Banjir Bawa Berkah? Ribuan Kayu Aceh Kini Jadi Rumah Impian!

    10-01-2026 - 22.05

    Bali Bergetar Hebat! Gempa M 4,5 Guncang Kuta Selatan, Aman Tsunami?

    10-01-2026 - 18.05

    Sejarah Terukir! Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Apa Kata Yusril?

    10-01-2026 - 13.05
    Our Picks

    Terbongkar! Kurir Narkoba Bawa 26 Kg Ganja di Sumut, Endingnya Mengejutkan!

    11-01-2026 - 03.05

    Banjir Bawa Berkah? Ribuan Kayu Aceh Kini Jadi Rumah Impian!

    10-01-2026 - 22.05

    Bali Bergetar Hebat! Gempa M 4,5 Guncang Kuta Selatan, Aman Tsunami?

    10-01-2026 - 18.05

    Sejarah Terukir! Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Apa Kata Yusril?

    10-01-2026 - 13.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.