zonamerahnews – Keberangkatan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda wilayahnya menuai sorotan tajam. Berikut adalah fakta-fakta yang berhasil dirangkum zonamerahnews.com terkait kontroversi ini:
-
Kecaman Warga Menggema: Meskipun banjir telah surut, sejumlah warga Aceh Selatan masih bertahan di pengungsian. Nasrol, seorang warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan bupati yang dianggap kurang peka terhadap penderitaan rakyatnya.
-
Klaim Kondisi Stabil: Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Aceh Selatan, Denny Saputra, berdalih bahwa keberangkatan Mirwan ke umrah dilakukan setelah kondisi Aceh Selatan dinyatakan stabil pasca-bencana. Ia mengklaim bahwa debit air telah surut di wilayah yang terdampak.
-
Tinjauan Lokasi dan Bantuan: Denny juga membantah tudingan bahwa bupati meninggalkan rakyatnya di tengah kesulitan. Ia menyatakan bahwa Mirwan telah mengunjungi lokasi bencana dan memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak sebelum bertolak ke Tanah Suci.
-
Izin Umrah Ditolak Gubernur: Fakta mengejutkan terungkap bahwa Gubernur Aceh sebelumnya telah menolak permohonan izin umrah Mirwan. Penolakan tersebut didasari oleh kondisi Aceh Selatan yang sedang dilanda bencana hidrometeorologi. Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, membenarkan adanya penolakan tersebut.
-
Dicopot dari Ketua DPC Gerindra: Dampak dari kontroversi ini berujung pada pencopotan Mirwan dari jabatannya sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menyatakan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk penyesalan atas sikap dan kepemimpinan Mirwan yang dianggap tidak tepat di tengah situasi darurat.


