zonamerahnews – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni untuk melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam tim khusus (timsus) yang dibentuk terkait penanganan temuan kayu gelondongan ilegal. Langkah ini dinilai krusial untuk memperbaiki kondisi hutan yang semakin memprihatinkan.
zonamerahnews – Ketua DPP IMM, Riyan Beltra Delza, menyatakan bahwa bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara seharusnya menjadi momentum penting untuk melakukan perbaikan tata kelola lingkungan secara komprehensif. "Ini adalah peringatan keras bagi kita semua. Sudah saatnya kita berbenah dan lebih peduli terhadap kondisi hutan di sekitar kita," tegasnya kepada awak media, Jumat (5/12).

zonamerahnews – Riyan menekankan bahwa pemulihan kawasan hutan yang terdampak kerusakan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus ikut serta dalam menjaga kelestarian alam. "Kita semua harus terlibat, baik itu dengan menanam pohon, melakukan pengawasan, atau melaporkan jika ada indikasi penyimpangan. Jangan biarkan Kementerian Kehutanan bekerja sendirian. Jika kita bekerja bersama-sama, hasilnya pasti akan jauh lebih maksimal," jelasnya.
zonamerahnews – Sebelumnya, Menhut Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi data anatomi kayu-kayu gelondongan yang terbawa banjir di Aceh dan Sumatera. Sampel kayu yang ditemukan di laut juga telah diambil dan diverifikasi menggunakan Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO). Alat ini memungkinkan identifikasi jenis kayu, berat jenis, dan kelasnya secara akurat.
zonamerahnews – "Teknologi AIKO memungkinkan kita untuk melihat anatomi kayu secara detail. Diharapkan, informasi ini dapat menjadi petunjuk awal mengenai asal-usul kayu tersebut," ujar Raja Juli dalam konferensi pers, Kamis (4/12). Selain data anatomi kayu, Raja Juli juga mengklaim telah memiliki data awal dari hasil pengamatan drone terhadap lokasi yang diduga menjadi sumber kayu-kayu tersebut.
zonamerahnews – "Kami berharap kerjasama dengan pihak kepolisian dapat segera mengungkap asal-usul kayu tersebut. Jika ditemukan unsur pidana, tentu akan kita tegakkan hukum bersama-sama," pungkasnya.

