zonamerahnews – Jakarta digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang diduga kuat adalah Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang dilaporkan hilang sejak delapan bulan lalu. Guna memastikan identitas jasad tersebut, pihak kepolisian akan melakukan tes DNA.
Kombes Nicolas Ary Lilipaly, Kapolres Metro Jakarta Selatan, menyatakan bahwa penemuan kerangka ini menjadi titik terang dalam pencarian Alvaro. "Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro," ujarnya kepada awak media, Minggu (23/11).

Proses identifikasi melalui tes DNA dan pemeriksaan laboratorium forensik menjadi krusial untuk mengkonfirmasi apakah kerangka tersebut benar-benar Alvaro. Pihak kepolisian saat ini masih terus mendalami penemuan ini dan berjanji akan segera memberikan keterangan lebih lanjut setelah proses identifikasi selesai.
Tes DNA sendiri merupakan pemeriksaan laboratorium yang menganalisis materi genetik (DNA) untuk mendapatkan informasi biologis unik dari seseorang. Hasil tes ini diharapkan dapat menjawab teka-teki hilangnya Alvaro selama ini.
Sebelumnya, Polsek Pesanggrahan telah menangkap seorang tersangka terkait kasus hilangnya Alvaro. Namun, pihak kepolisian belum dapat memberikan informasi detail mengenai penyebab kematian korban karena masih dalam proses penyelidikan.
Penyelidikan kasus ini sempat terkendala oleh rekaman CCTV di sekitar rumah korban yang terhapus secara otomatis. Selain itu, keterlambatan pelaporan hilangnya Alvaro juga menjadi tantangan tersendiri bagi pihak kepolisian.
Meskipun demikian, polisi terus berupaya mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, termasuk keterangan saksi, pihak sekolah, keluarga, serta melalui media sosial dan saluran aduan.
Kakek Alvaro, Tugimin (71), sebelumnya menduga bahwa cucunya diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya. Saat terakhir terlihat, Alvaro mengenakan kaos hitam, celana panjang hitam, dan sandal hitam. Ciri-ciri fisiknya adalah bertubuh kurus, kulit gelap, rambut cepak, dan memiliki lesung pipi. zonamerahnews.com akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru kepada publik.

