zonamerahnews – Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) sore WIB menyebabkan akses jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditutup total. Penutupan ini dilakukan demi keselamatan masyarakat, menyusul potensi banjir lahar dingin dan longsor di sepanjang jalur tersebut.
Penutupan jalan meliputi kawasan Piket Nol, Ranupani Senduro, Curah Kobo’an, dan Supiturang. Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, mengonfirmasi bahwa penutupan dimulai sejak pukul 18.00 WIB. "Masih ditutup untuk saat ini," tegasnya.

Akibat penutupan ini, pengendara yang hendak menuju Malang dari Lumajang atau sebaliknya, diimbau untuk mengambil jalur alternatif melalui Kabupaten Probolinggo. "Bagi pengendara menuju Malang dari Lumajang melalui jalur piket nol atau Pronojiwo dan Sendiri Diimabu untuk beralih menggunakan jalur Kabupaten Probolinggo," imbau AKBP Alex Sandy Siregar.
Erupsi Gunung Semeru disertai luncuran awan panas sejauh 14 kilometer, memaksa ratusan warga mengungsi. Selain itu, aktivitas pendakian Gunung Semeru hingga Ranu Kumbolo, yang terletak di perbatasan Lumajang dan Malang, juga ditutup total.
Status Gunung Semeru saat ini adalah Awas. Menurut pantauan zonamerahnews – , luncuran awan panas masih berlangsung dengan amplitudo maksimum 40 mm dan jarak luncur lebih dari 14 kilometer. Kondisi cuaca di sekitar Semeru terpantau berawan dan gelap. Akses Jembatan Gladak Perak juga ditutup untuk sementara waktu.

