Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    MIRIS Sekolah Negeri Sepi Murid Baru Hanya 2 Siswa

    15-07-2026 - 08.06

    KPK Obrak Abrik Rumah Pejabat BPK Bukti Digital Terkuak

    15-07-2026 - 06.05

    Sertifikat Rumah Nenek Ini Tiba Tiba Jadi Agunan

    15-07-2026 - 03.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • MIRIS Sekolah Negeri Sepi Murid Baru Hanya 2 Siswa
    • KPK Obrak Abrik Rumah Pejabat BPK Bukti Digital Terkuak
    • Sertifikat Rumah Nenek Ini Tiba Tiba Jadi Agunan
    • Tito Ungkap Jurus Jaga Harga Tetap Aman
    • Mendagri Ungkap Jurus Jitu Desa Lawan Urbanisasi
    • Bom Sekolah Padang Terungkap Motif Pilu
    • Semeru Menggila Pagi Ini Abu Membubung Tinggi
    • Gizi Anak Indonesia Terjamin Libur Usai MBG Kembali
    Rabu, 15 Juli 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Ngeri! Ribuan Anak Jadi Korban Keracunan Program Makan Bergizi!
    Nasional

    Ngeri! Ribuan Anak Jadi Korban Keracunan Program Makan Bergizi!

    05-10-2025 - 18.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email

    zonamerahnews – Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mendesak pemerintah untuk segera menghentikan total operasional seluruh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Desakan ini muncul setelah JPPI mencatat lonjakan signifikan jumlah anak yang menjadi korban keracunan akibat program tersebut.

    Hingga 4 Oktober 2025, JPPI mencatat total 10.482 anak telah menjadi korban keracunan MBG. Temuan ini sangat mengkhawatirkan, mengingat Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah menonaktifkan beberapa SPPG pada 29 September lalu. Namun, langkah tersebut tampaknya tidak efektif, bahkan jumlah korban keracunan justru meningkat menjadi 1.833 anak, jauh lebih tinggi dari rata-rata 1.531 anak per minggu pada bulan September.

    Ngeri! Ribuan Anak Jadi Korban Keracunan Program Makan Bergizi!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Penutupan sebagian SPPG terbukti tidak efektif. Selama dapur MBG masih beroperasi, korban akan terus berjatuhan. BGN harus segera menghentikan seluruh SPPG di Indonesia sebelum lebih banyak anak menjadi korban," tegas Ubaid Matraji, Koordinator Nasional JPPI, dalam keterangan resminya yang diterima zonamerahnews.com – .

    Selain mencatat jumlah korban, JPPI juga mengungkap sejumlah fakta mencengangkan lainnya. Kasus keracunan MBG kini meluas ke dua provinsi baru, yaitu Sumatera Barat (122 anak) dan Kalimantan Tengah (27 anak). Gelombang penolakan terhadap program ini juga semakin kuat dari berbagai sekolah dan orang tua murid di berbagai daerah seperti Tasikmalaya, Madura, Yogyakarta, Jakarta, Serang, Polewali Mandar, Agam, Semarang, Batu, dan Rembang.

    Ironisnya, pihak SPPG justru melakukan intimidasi terhadap wartawan, aktivis, wali murid, dan siswa yang berani menyuarakan kasus MBG di Jakarta, Batam, Garut, dan Tuban. Lebih parah lagi, JPPI menemukan bahwa guru juga menjadi korban keracunan karena diwajibkan mencicipi menu MBG, seperti yang terjadi di Cianjur, Ketapang, Sleman, Garut, Agam, dan Bandung Barat.

    Ubaid menilai temuan-temuan ini menunjukkan bahwa MBG adalah program bermasalah dan merupakan kegagalan sistemik dalam tata kelola gizi nasional. JPPI menuntut penutupan seluruh SPPG, penghapusan kewajiban guru mencicipi menu MBG, dan pemberian sanksi tegas kepada pihak-pihak yang membiarkan praktik berbahaya ini terus berlangsung.

    "Pemerintah harus berhenti menutup mata dan mengutamakan keselamatan anak di atas segalanya. Jangan jadikan anak sebagai kelinci percobaan MBG dengan mengatasnamakan program pemenuhan gizi," pungkasnya.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    MIRIS Sekolah Negeri Sepi Murid Baru Hanya 2 Siswa

    15-07-2026 - 08.06

    KPK Obrak Abrik Rumah Pejabat BPK Bukti Digital Terkuak

    15-07-2026 - 06.05

    Sertifikat Rumah Nenek Ini Tiba Tiba Jadi Agunan

    15-07-2026 - 03.05

    Tito Ungkap Jurus Jaga Harga Tetap Aman

    14-07-2026 - 22.05

    Mendagri Ungkap Jurus Jitu Desa Lawan Urbanisasi

    14-07-2026 - 18.05

    Bom Sekolah Padang Terungkap Motif Pilu

    14-07-2026 - 16.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    MIRIS Sekolah Negeri Sepi Murid Baru Hanya 2 Siswa

    Nasional 15-07-2026 - 08.06

    zonamerahnews.com – Awal tahun ajaran 2026 2027 membawa kabar mengejutkan sejumlah sekolah negeri di Indonesia…

    KPK Obrak Abrik Rumah Pejabat BPK Bukti Digital Terkuak

    15-07-2026 - 06.05

    Sertifikat Rumah Nenek Ini Tiba Tiba Jadi Agunan

    15-07-2026 - 03.05

    Tito Ungkap Jurus Jaga Harga Tetap Aman

    14-07-2026 - 22.05
    Our Picks

    MIRIS Sekolah Negeri Sepi Murid Baru Hanya 2 Siswa

    15-07-2026 - 08.06

    KPK Obrak Abrik Rumah Pejabat BPK Bukti Digital Terkuak

    15-07-2026 - 06.05

    Sertifikat Rumah Nenek Ini Tiba Tiba Jadi Agunan

    15-07-2026 - 03.05

    Tito Ungkap Jurus Jaga Harga Tetap Aman

    14-07-2026 - 22.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.