zonamerahnews.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen kuat untuk memangkas angka stunting di ibu kota. Dari sekitar 17 persen saat ini target ambisius 14 persen harus tercapai dalam dua tahun ke depan. Kunci utama keberhasilan ini terletak pada penguatan peran Posyandu termasuk percepatan implementasi Smart Posyandu yang kini telah merambah 70 persen wilayah.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri acara Apresiasi Kader pada Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026. Ia menekankan bahwa Smart Posyandu bukan sekadar inovasi tetapi fondasi untuk mentransformasi Posyandu menjadi pusat kesehatan komunitas yang komprehensif. "Jika perubahan ini terus berjalan baik Posyandu akan menjadi lembaga menyeluruh untuk kesehatan warga bukan hanya ibu dan anak" ujar Pramono.

Pramono menggarisbawahi vitalnya peran Posyandu dalam strategi penurunan stunting. Mereka adalah garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak memberikan edukasi gizi melakukan imunisasi serta mendampingi keluarga. Lebih dari itu kader Posyandu yang berinteraksi langsung dengan masyarakat memiliki kekuatan untuk menginspirasi gaya hidup bersih dan sehat mengingatkan jadwal imunisasi memberikan penyuluhan gizi dan mendorong warga melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
"Penghargaan ini adalah validasi atas kontribusi luar biasa para kader dalam membangun masyarakat Jakarta yang lebih sehat dan tangguh" kata Pramono. Ia menambahkan bahwa jejak kontribusi Posyandu juga terlihat jelas dalam lonjakan mutu kesehatan di tingkat wilayah. Salah satu indikatornya adalah penurunan signifikan jumlah kawasan permukiman padat dari 445 menjadi 211 RW. "Ini prestasi gemilang dan peran Posyandu terutama untuk kesehatan anak dan ibu sangat krusial" imbuhnya.
Gubernur berharap Jambore Kader Posyandu bukan hanya arena kompetisi tetapi juga wadah pertukaran ilmu dan praktik terbaik yang dapat diterapkan di seluruh penjuru Jakarta. Visi Pramono jelas "Kader tangguh Posyandu berdaya tenaga kesehatan responsif pemerintah hadir dan masyarakat bergerak bersama. Itulah resep menjadikan Jakarta maju secara ekonomi sehat tangguh dan berkualitas sumber daya manusianya."
Senada dengan Gubernur Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta Hani Pramono Anung menyoroti pentingnya penguatan kapasitas kader. Hal ini krusial untuk menghadirkan akses kesehatan yang kian merata dan terjangkau bagi masyarakat. "Kader bukan sekadar eksekutor program tetapi motor penggerak yang membimbing keluarga membangun kebiasaan hidup sehat" tegas Hani.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati melengkapi data bahwa saat ini 3.148 dari total 4.469 Posyandu di Jakarta atau 7044 persen telah mengadopsi konsep Smart Posyandu. "Smart Posyandu memacu layanan yang lebih sinergis berbasis data dan teknologi. Ini memungkinkan identifikasi awal pemantauan berkelanjutan edukasi masif dan penanganan cepat terhadap masalah kesehatan" pungkas Ani.

