zonamerahnews.com – Dunia sepak bola amatir di Indonesia kembali diwarnai insiden memilukan. Seorang wasit pertandingan antarkampung (tarkam) di Purbalingga Jawa Tengah harus dilarikan ke rumah sakit setelah menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sejumlah suporter. Peristiwa nahas ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap putusan di lapangan hijau yang dianggap kontroversial.
Wasit bernama Ridho Bekti Utomo mengalami luka-luka serius dan memerlukan penanganan medis segera pasca kejadian tersebut. Amuk massa terjadi saat laga Danlanud Cup 2026 yang mempertemukan Andalas FC dari Banjarnegara melawan Gama Adipasir di Lapangan Garuda Manunggal Lanud Jenderal Besar Soedirman Wirasaba pada Kamis lalu.

Menurut keterangan Uut Triyas Yanuar dari Pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Purbalingga, kericuhan bermula pada menit ke-17 pertandingan. Saat itu, Ridho Bekti Utomo memberikan keputusan terkait pelanggaran di area pertahanan tim Gama FC. Anehnya, putusan wasit ini sebenarnya telah diterima dengan baik oleh para pemain dari kedua kesebelasan.
Namun, situasi mendadak memanas ketika manajer dan sejumlah ofisial dari Andalas FC melancarkan protes keras. Mereka mendatangi meja pertandingan dan menyatakan keberatan atas putusan wasit tersebut. Di tengah ketegangan itu, sejumlah pendukung Andalas FC tiba-tiba merangsek masuk ke lapangan dari berbagai penjuru.
Wasit Ridho yang hendak melanjutkan jalannya pertandingan sontak menjadi sasaran amuk massa. Ia dikejar dan dikeroyok secara membabi buta di tengah lapangan. Akibat serangan brutal itu, Ridho menderita sejumlah luka dan harus dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSU Emmanuel Klampok untuk mendapatkan perawatan intensif.
Tak hanya Ridho, insiden tersebut juga menyeret asisten wasit Rio Wahyu. Ia dilaporkan terkena lemparan botol plastik di bagian kepala saat kericuhan berlangsung. Kejadian ini menjadi sorotan tajam dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai keamanan serta sportivitas dalam gelaran sepak bola tarkam di Tanah Air.

