zonamerahnews.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul baru-baru ini menyambangi Sentra Paramita Mataram Nusa Tenggara Barat Jumat 10 Juli. Kedatangannya bukan tanpa alasan Gus Ipul ingin menyaksikan langsung bagaimana Sekolah Rakyat mampu membuka gerbang kesempatan setara dalam dunia pendidikan dan merajut masa depan cerah bagi generasi muda dari keluarga prasejahtera dan sangat miskin. Ia menegaskan program ini adalah harapan baru bagi mereka yang sempat memendam cita-cita.
Dalam acara Open House Sekolah Rakyat yang mempertemukan calon siswa dengan mereka yang telah setahun mengenyam pendidikan Gus Ipul menyampaikan pesan optimisme. "Anak-anak yang sebelumnya mungkin mengubur mimpinya kini tampil lebih percaya diri penuh optimisme dan berani mengejar impian" ujarnya. Program Sekolah Rakyat ini bukan sistem pendaftaran terbuka melainkan inisiatif negara yang proaktif mengidentifikasi langsung keluarga-keluarga yang selama ini mungkin belum tersentuh pembangunan.

Sekolah Rakyat secara khusus diperuntukkan bagi keluarga yang masuk dalam kelompok desil 1 dan 2 atau strata sosial ekonomi terbawah sebagaimana tercatat dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional DTSEN. Setelah satu tahun menjalani pendidikan Gus Ipul melihat transformasi signifikan pada para siswa mulai dari peningkatan kepercayaan diri hingga keberanian untuk kembali merajut asa.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Novatul Alratia 14 siswi SRMP 18 Lombok Barat. Novatul yang awalnya pemalu dan kerap merasa minder kini berhasil mengukir prestasi gemilang sebagai juara pertama pencak silat di kancah nasional. Dengan tekad kuat ia bertekad menjadi seorang Polisi Wanita. Sang ibu bersaksi putrinya kini semakin disiplin percaya diri dan rajin membantu pekerjaan rumah sebuah perubahan drastis setelah kondisi ekonomi keluarga yang terpuruk akibat pandemi sempat membuatnya kehilangan semangat.
Kisah serupa datang dari Haikal Abdul Majid 14 siswa SRMP 18 Lombok Barat yang bercita-cita menjadi psikolog. Haikal yang tinggal bersama bibinya pasca menghadapi permasalahan keluarga mengaku sangat bahagia di Sekolah Rakyat. "Saya merasa senang karena memiliki banyak teman mendapatkan bimbingan guru yang ramah dan fasilitas makan gratis di sini" tuturnya. Bibi Haikal pun mengamini perubahan positif keponakannya terutama dalam aspek kedisiplinan dan kemandirian bahkan Haikal kini menunjukkan keberanian menjadi imam salat di lingkungan sekolah.
Lebih jauh Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin memperoleh pendidikan berkualitas layak dan fasilitas asrama 24 jam. Ia berharap program ini mampu mencetak generasi tangguh berkarakter kuat berbekal keterampilan mumpuni serta calon pemimpin masa depan Indonesia. Gus Ipul menutup pesannya dengan harapan besar "Meski orang tua kalian mungkin berprofesi sebagai pemulung buruh harian atau pekerja bangunan kehormatan mereka tak boleh luntur. Dari Sekolah Rakyat ini kami berharap akan lahir para dokter guru psikolog polisi pilot bahkan Presiden Republik Indonesia di masa depan."

