zonamerahnews.com – Kematian misterius Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman PRKP Kabupaten Bangkalan RYS 51 yang ditemukan tak bernyawa dalam mobil dinasnya di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda kini memasuki babak baru. Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya Risang Bima Wijaya menduga kuat RYS menjadi korban penipuan berkedok asmara atau love scam. Dugaan ini muncul berdasarkan pola komunikasi serta latar belakang kasus yang tengah didalami oleh aparat penegak hukum.
Risang Bima Wijaya menjelaskan bahwa indikasi love scam sangat kuat merujuk pada cara komunikasi yang terjalin antara korban dan terduga pelaku. Kasus ini menambah daftar panjang modus kejahatan yang memanfaatkan hubungan emosional untuk mengeruk keuntungan. Keluarga berharap penyelidikan dapat segera mengungkap kebenaran di balik tragedi ini.

Hingga kini keluarga korban masih menanti perkembangan dari kepolisian yang tengah memburu sosok terduga pelaku. Informasi terbaru yang diterima keluarga melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan SP2HP menyebutkan bahwa proses pencarian masih terus berlangsung. Pihak berwajib bekerja keras untuk melacak keberadaan individu yang diduga bertanggung jawab atas insiden tragis ini.
Jejak terduga pelaku sempat terdeteksi di wilayah Jawa Tengah namun ia diduga terus berpindah-pindah lokasi dan tidak memiliki alamat tetap. Sosok yang diidentifikasi dengan inisial E atau Erlan ini menjadi target utama pengejaran polisi. Keluarga dan tim kuasa hukum telah mengantongi nama serta beberapa informasi penting terkait E yang diketahui melalui unggahan media sosial terakhir korban.
Sebelum ditemukan meninggal dunia RYS dan terduga pelaku E diketahui sempat bepergian bersama ke Malang dan Batu. Dari hasil penelusuran lebih lanjut terungkap bahwa E adalah pria asal Sulawesi Selatan yang pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional BPPN sebuah lembaga yang telah dibubarkan pada tahun 2004. E juga dikenal kerap berpindah domisili antara Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Lebih lanjut Risang mengungkapkan bahwa E diduga memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai tindak penipuan mulai dari properti proyek hingga jual beli. Perkenalan antara korban dan terduga pelaku diduga berawal dari urusan proyek namun penangkapan E menjadi kunci utama untuk membongkar seluruh kronologi hubungan keduanya. Keluarga korban sendiri mengaku tidak mengenal sosok E secara pribadi.
Polda Jawa Timur Jatim kini memberikan dukungan penuh kepada Polresta Sidoarjo dalam memburu terduga pelaku pembunuhan RYS. Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menyatakan tim telah dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengejar E di berbagai kota. Salah satu tim bergerak menuju arah barat namun detail lokasi tidak dapat diungkap demi kepentingan penyelidikan yang sedang berjalan.

