zonamerahnews – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan secara sepihak oleh pasukan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina, dijadwalkan tiba kembali di Tanah Air pada Minggu sore ini, 24 Mei. Kedatangan mereka di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, membawa kisah pilu sekaligus lega setelah melalui cobaan berat di tangan otoritas Israel.
Para WNI ini merupakan aktivis dan jurnalis yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), bagian dari Global Sumud Flotila (GSF), sebuah misi kemanusiaan yang berupaya menembus blokade untuk menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi kepulangan mereka, dengan perkiraan rombongan akan mendarat sekitar pukul 16.00 WIB.

Perjalanan pulang para WNI ini dimulai dari Turki, sehari setelah mereka dibebaskan oleh Israel pada Kamis, 20 Mei. Sebelumnya, mereka ditangkap di perairan internasional Mediterania seminggu sebelum pembebasan, bersama lebih dari 300 delegasi dari 45 negara yang berlayar menuju Gaza.
Duta Besar RI untuk Turki, Rizal Achmad Purnomo, menjelaskan bahwa sebelum dapat berkumpul kembali dengan keluarga, kesembilan WNI akan menjalani serangkaian prosedur administratif dan medis. Ini termasuk pemeriksaan kesehatan menyeluruh, visum, serta pengambilan testimoni untuk mendokumentasikan pengalaman mereka selama dalam penahanan. Proses ini penting untuk memastikan kondisi fisik dan mental mereka serta sebagai catatan resmi atas insiden tersebut.
Selama berada dalam tahanan Israel, para aktivis dan jurnalis ini dilaporkan mengalami perlakuan tidak manusiawi. Laporan menyebutkan bahwa mereka menjadi korban pemukulan hingga penyetruman oleh pasukan Israel, sebuah pengakuan yang menambah daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia di wilayah konflik tersebut.
Sembilan WNI yang telah menunjukkan keberanian luar biasa dalam misi kemanusiaan ini adalah: Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, keduanya jurnalis dari Republika; Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis Tempo TV; Rahendro Herubowo, tim media dari GPCI yang juga eks-jurnalis iNews; Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat; Herman Budianto Sudarno dan Ronggo Wirosanu, keduanya dari Dompet Dhuafa; serta Hendro Prasetyo dan Asad Aras Muhammad, keduanya merupakan anggota dari GPCI.
Kepulangan mereka disambut dengan haru dan menjadi pengingat akan dedikasi serta risiko yang dihadapi para pejuang kemanusiaan di tengah konflik global. Kisah mereka adalah cerminan semangat solidaritas dan perjuangan tanpa henti demi kemanusiaan.

