Kabar Gembira! Sistem Kesehatan Sumatra Pulih Cepat, Hanya 21 Pustu Tersisa!
zonamerahnews – Kabar gembira datang dari upaya pemulihan pascabencana di Sumatra. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengumumkan kemajuan signifikan dalam pemulihan fasilitas kesehatan masyarakat. Laporan terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar layanan kesehatan vital di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) telah kembali beroperasi penuh, memberikan harapan baru bagi para penyintas bencana.

Per 4 Maret, data dari Satgas PRR menunjukkan bahwa seluruh 87 rumah sakit (RS) pemerintah dan 867 Puskesmas yang tersebar di ketiga provinsi tersebut kini telah beroperasi penuh. Ini merupakan pencapaian besar dalam memastikan akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat terdampak.
Namun, upaya pemulihan masih terus bergulir untuk mengaktifkan kembali Puskesmas Pembantu (Pustu). Dari total 2.522 Pustu, tercatat 176 di antaranya sempat berhenti beroperasi. Kini, Satgas PRR fokus pada 21 Pustu yang masih dalam tahap pembersihan, renovasi, atau pembangunan baru agar dapat segera melayani masyarakat.
Rincian Pustu yang Masih dalam Proses Pemulihan:
Di Aceh, terdapat 12 Pustu yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Lokasinya tersebar di beberapa wilayah Aceh Timur, meliputi Pustu Blang Seunong, Pante Bidari; Pustu Alue le Mirah, Pante Bidari; Pustu Jambo Balee, Indra Makmur; Pustu Jambo Leubok, Indra Makmur; Pustu Seunuebok Bayu, Indra Makmur; Pustu Bandar Baro, Indra Makmur; Pustu Alue Tuwi, Rantau Selamat; Pustu Blang Nie, Simpang Ulim; Pustu DK 1 Peunaron Baru, Peunaron; Pustu Tanjung Minjei, Madat; Pustu Tanjung Tok Blang; dan Pustu Paya Meuligoe, Peureulak.
Sementara itu, di Sumatra Utara, ada 9 Pustu yang juga sedang dalam tahap pembersihan, renovasi, atau pembangunan baru. Pustu-pustu tersebut berada di Pustu Hutabarangan, Sibolga Utara, Kota Sibolga; Pustu Huta Godang, Batang Toru, Tapanuli Selatan; Pustu Po Simargarap, Pasaribu Tobing, Tapanuli Tengah; Pustu Sibuluan Nalambok, Sarudik, Tapanuli Tengah; Pustu Sibio Bio, Sibabangun, Tapanuli Tengah; Pustu Sigiring-giring, Tukka, Tapanuli Tengah; Pustu Hutanabolon, Tukka, Tapanuli Tengah; Pustu Huraba, Tukka, Tapanuli Tengah; dan Pustu Sipange, Tukka, Tapanuli Tengah.
Berbeda dengan Aceh dan Sumut, Sumatra Barat telah berhasil memulihkan seluruh Pustu-nya. Dari 709 Pustu yang ada, di mana 49 di antaranya sempat berhenti beroperasi, kini semuanya telah aktif kembali.
Apresiasi atas Kerja Keras Bersama
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, sebelumnya menyampaikan apresiasinya atas kemajuan ini. Menurut Tito, pulihnya layanan kesehatan di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah buah dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.
Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Wilayah Sumatra yang diselenggarakan di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, pada akhir Januari lalu.
"Saya mengucapkan terima kasih banyak atas nama Satgas dan juga atas nama Dewan Pengarah karena kerja keras Bapak-Ibu sekalian, kementerian (dan) lembaga, kemudian juga pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, kota, serta semua non-pemerintah yang hadir juga di sana," ujar Tito, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pemulihan ini.
Dengan kemajuan yang ada, harapan untuk pemulihan total sistem kesehatan pascabencana di Sumatra semakin nyata, meskipun fokus tetap pada penyelesaian 21 Pustu yang tersisa.

