zonamerahnews – Sebuah rekaman video yang menyayat hati dan kini viral di media sosial memperlihatkan momen dramatis seorang siswi SD bernama Vita, kelas 4, bersama ayahnya, Anton, saat mereka terseret arus deras banjir lahar dingin Gunung Semeru. Peristiwa nahas ini terjadi di Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, ketika keduanya dalam perjalanan menuju sekolah.
Kejadian bermula saat Anton berusaha mengantar putrinya ke sekolah dengan menyeberangi Sungai Regoyo menggunakan sepeda motor. Namun, derasnya debit air yang membawa material lahar dingin tak mampu ditaklukkan. Sepeda motor yang mereka kendarai langsung oleng dan terseret arus. Tak hanya motor, Anton dan Vita pun ikut tergulung derasnya air. Vita sempat berteriak meminta pertolongan, yang kemudian menarik perhatian warga sekitar. Beruntung, warga sigap dan berhasil mengevakuasi keduanya dari bahaya maut.

Sungai Regoyo memang menjadi satu-satunya jalur penyeberangan vital bagi warga setempat. Ini terjadi setelah jembatan limpas yang biasa mereka gunakan hancur dan tertimbun material lahar dingin akibat erupsi Gunung Semeru sebelumnya. "Sudah apesnya tidak berhenti langsung menyeberang, anaknya sempat terseret sekitar 5 meter lebih," ungkap Abdul Rohim, salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut, seperti dikutip dari zonamerahnews.com pada Senin (23/2).
Akibat insiden mengerikan ini, Vita terpaksa tidak bisa masuk sekolah pada hari pertama masuk sekolah usai libur panjang. Seragam dan seluruh perlengkapan sekolahnya basah kuyup, membuatnya harus kembali pulang. "Pelajar tersebut tidak bisa melanjutkan ke sekolah karena seragam dan perlengkapan sekolah basah terendam air banjir," tambah Rohim, menggambarkan betapa sulitnya kondisi yang dialami Vita dan ayahnya. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya yang selalu mengintai warga di sekitar lereng Semeru, terutama saat musim hujan.
