Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    30-04-2026 - 22.07

    Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!

    30-04-2026 - 18.05

    30-04-2026 - 13.05
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Trending
    • Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!
    • Geger! Kekayaan Gelap Keluarga Bandar Narkoba Rp15,3 M Disita!
    • Suami Bupati Fadia Arafiq Diperiksa KPK: Misteri Aliran Uang PT RNB Terkuak?
    • Terobosan Unhas: Kampus Pertama Punya Dapur Gizi Modern di Indonesia!
    • Tragedi Bekasi Timur: Korban Tewas Bertambah, Ini Identitas Lengkapnya!
    Kamis, 7 Mei 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Home
    • Features
      • View All On Demos
    • Buy Now
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Heboh Bantuan UEA: Bobby Nasution Ungkap Fakta Mengejutkan!
    Nasional

    Heboh Bantuan UEA: Bobby Nasution Ungkap Fakta Mengejutkan!

    19-12-2025 - 22.053 Mins Read
    FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrRedditTelegramEmail
    Heboh Bantuan UEA: Bobby Nasution Ungkap Fakta Mengejutkan!

    zonamerahnews – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, akhirnya memberikan kepastian terkait nasib 30 ton beras bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) yang diperuntukkan bagi korban banjir di Kota Medan. Bantuan yang sempat menjadi sorotan publik karena rencana pengembaliannya ini, kini dipastikan tidak jadi dikembalikan dan akan segera didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana melalui organisasi Muhammadiyah. Keputusan ini diambil setelah mendapat persetujuan dari Pemerintah Pusat.

    "Jadi, Pemerintah Kota Medan menyerahkan ke Muhammadiyah. Nantinya, Muhammadiyah yang akan menyalurkan bantuan tersebut," terang Bobby Nasution saat ditemui di Lanud Soewondo Medan pada Jumat (19/12).

    Heboh Bantuan UEA: Bobby Nasution Ungkap Fakta Mengejutkan!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Bobby menjelaskan bahwa bantuan logistik tersebut, yang juga mencakup 300 paket sembako, perlengkapan bayi, dan perlengkapan ibadah, bukanlah bantuan antarnegara atau government to government (G to G). Melainkan, bantuan ini berasal dari organisasi non-pemerintah (NGO) di UEA. Oleh karena itu, alur distribusinya memiliki kekhasan tersendiri dan berbeda dengan bantuan resmi yang bersifat kenegaraan.

    "Jika bantuan dari UEA bersifat G to G, tentu kita akan menyerahkannya ke Pemerintah Pusat. Namun, ternyata ini bukan G to G. Jadi, bukan bantuan dari negara ke negara, melainkan dari NGO-nya," paparnya lebih lanjut.

    Ia menganalogikan, bantuan ini serupa dengan peran Palang Merah Indonesia (PMI) di dalam negeri. Di UEA, bantuan disalurkan melalui organisasi Bulan Sabit Merah, yang kemudian menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kota Medan. Selanjutnya, Pemko Medan meneruskan amanah tersebut kepada Muhammadiyah untuk didistribusikan kepada para korban.

    "Jadi sebenarnya bukan dipulangkan, melainkan diserahkan. Karena ini bantuan NGO, maka penyalurannya dilakukan oleh NGO yang ada di sini juga, dalam hal ini Muhammadiyah," kata Bobby.

    Kini, seluruh bantuan logistik tersebut telah tersimpan aman di gudang Muhammadiyah dan siap untuk segera disalurkan kepada korban banjir berdasarkan prosedur yang telah disepakati.

    Sebelumnya, rencana Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk mengembalikan bantuan ini sempat memicu perdebatan publik. Wali Kota Medan, Rico Waas, pada Kamis (18/12), menyatakan bahwa keputusan pengembalian didasari koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Saat itu, Rico berpendapat bahwa pemerintah pusat masih dianggap mampu memenuhi kebutuhan penanganan banjir di Kota Medan. "Memang kita anggap pemerintah masih juga memberikan bantuan kepada kita juga pada Pemko Medan. Dan sudah berkoordinasi juga dengan BNPB ada baiknya untuk nanti diserahkan kembali kepada UEA," ujar Rico Waas kepada zonamerahnews.com kala itu.

    Menanggapi polemik tersebut, Bobby kembali menegaskan bahwa untuk bantuan internasional yang bersifat G to G, seluruh proses penerimaan dan penyaluran memang berada di bawah otoritas penuh Pemerintah Pusat. Namun, karena bantuan 30 ton beras ini berasal dari NGO, pemerintah daerah memiliki izin untuk menerima, dengan syarat penyalurannya juga dilakukan oleh NGO lokal yang berwenang.

    Follow on Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

      jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

      Related Posts

      30-04-2026 - 22.07

      Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!

      30-04-2026 - 18.05

      30-04-2026 - 13.05

      Geger! Kekayaan Gelap Keluarga Bandar Narkoba Rp15,3 M Disita!

      30-04-2026 - 08.05

      Suami Bupati Fadia Arafiq Diperiksa KPK: Misteri Aliran Uang PT RNB Terkuak?

      30-04-2026 - 03.05

      29-04-2026 - 22.05
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Don't Miss

      Nasional30-04-2026 - 22.07

      Papua Siap-siap! Wamendagri Ungkap Jurus Jitu Demi Kesejahteraan! zonamerahnews – Jakarta – Wakil Menteri Dalam…

      Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!

      30-04-2026 - 18.05

      30-04-2026 - 13.05

      Geger! Kekayaan Gelap Keluarga Bandar Narkoba Rp15,3 M Disita!

      30-04-2026 - 08.05
      Our Picks

      30-04-2026 - 22.07

      Rp 2,18 Triliun Raib! Eks Anak Buah Nadiem Divonis Kasus Chromebook!

      30-04-2026 - 18.05

      30-04-2026 - 13.05

      Geger! Kekayaan Gelap Keluarga Bandar Narkoba Rp15,3 M Disita!

      30-04-2026 - 08.05
      zonamerahnews
      • Home
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Redaksi
      • Tentang Kami
      © 2026 ZONAMERAHNEWS

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.