zonamerahnews – Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih dengan tegas membantah tudingan telah menolak pasien dari suku Baduy bernama Repan, yang menjadi korban pembegalan di wilayah Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Bantahan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama RSIJ Cempaka Putih, Dr. Pradono Handojo, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/11).
Dr. Pradono menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta terkait isu yang beredar di media sosial tersebut. "Tadi pagi dikonfirmasi oleh Ibu Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ibu Ani Rustiwati, bahwa mereka telah melakukan investigasi dan mengkonfirmasi bahwa pasien tersebut bukan merupakan pasien dari Rumah Sakit Islam Cempaka Putih," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Pradono menegaskan bahwa RSIJ Cempaka Putih tidak pernah menolak pasien dengan alasan apapun, termasuk status kependudukan. "Alhamdulillah, kami ingin mengatakan bahwa kami tidak pernah menolak pasien, baik yang punya KTP maupun tidak. Dari Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, atau dari tempat lain," tambahnya.
RSIJ Cempaka Putih, kata Dr. Pradono, memiliki sejarah panjang dalam melayani masyarakat dari berbagai kalangan, khususnya mereka yang kurang mampu. "Rumah sakit ini sejak awal didirikan sebetulnya untuk kepentingan kaum dhuafa. Beda dengan rumah sakit yang laba setiap tahun ada deviden yang harus disetorkan kepada pemegang saham," jelasnya.
Sebagai rumah sakit nirlaba, RSIJ Cempaka Putih mengalokasikan surplus dana operasional untuk peningkatan fasilitas, kesejahteraan karyawan, dan bantuan sosial bagi pasien yang membutuhkan. "Saya sudah 5 tahun di sini, setiap akhir tahun kalau ada surplus, saya tidak pernah diminta untuk menyetorkan kepada pemegang saham. Sebagian dana itu dipakai untuk membeli peralatan baru, sebagian untuk kesejahteraan karyawan dan sebagian untuk dana sosial termasuk untuk orang-orang yang tidak punya dokumentasi," imbuhnya.
Sebelumnya, Repan, seorang warga Baduy Dalam berusia 16 tahun, menjadi korban pembegalan di Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ia mengalami luka di tangan kiri akibat serangan senjata tajam saat berusaha mempertahankan diri. Selain luka, Repan juga kehilangan madu dagangan dan uang tunai.
Menurut laporan yang diterima zonamerahnews.com – , Repan sempat mendatangi sebuah rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun, ia diduga diminta menunjukkan kartu identitas yang tidak dimilikinya. Setelah itu, petugas rumah sakit menyarankan Repan untuk mencari rumah sakit lain.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki, membenarkan bahwa Repan telah melaporkan kasus pembegalan yang dialaminya ke Polsek Cempaka Putih pada Minggu (2/11). Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku.

