zonamerahnews.com – Kota Surabaya kini menghadapi lonjakan kasus influenza yang mengkhawatirkan dalam beberapa pekan terakhir. Situasi ini memicu penuhnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga ruang perawatan khusus anak di berbagai rumah sakit, menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.
Dr Didi Dewanto, Direktur Utama RS Husada Utama Surabaya, membenarkan fenomena peningkatan drastis ini. Ia mengungkapkan, manajemen rumah sakitnya bahkan terpaksa menambah kapasitas ruang rawat inap karena membanjirnya pasien, yang mayoritas adalah anak-anak. "Kasus influenza pada anak-anak memang melonjak signifikan. Ruang perawatan pediatrik kami penuh, begitu juga dengan IGD," jelas Didi kepada media pada Rabu lalu.

Didi meyakini bahwa kondisi serupa tidak hanya terjadi di fasilitasnya, melainkan juga melanda banyak rumah sakit lain di kota pahlawan. "Hampir semua rumah sakit merasakan dampaknya. Kami bahkan harus memindahkan pasien ke lantai lain. Pasien anak-anak mendominasi, namun orang dewasa juga banyak yang tumbang," tambahnya. Meski gejala yang dialami pasien sangat mengarah pada influenza, Didi belum dapat memastikan varian virus penyebabnya tanpa hasil pemeriksaan laboratorium. Oleh karena itu, ia mendesak masyarakat untuk kembali memperketat penerapan protokol kesehatan, termasuk menjaga kebersihan, menerapkan gaya hidup sehat, memakai masker, dan mempertimbangkan vaksinasi influenza.
Namun, gambaran berbeda disampaikan oleh Dr Martha Siahaan, Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya. Rumah sakit kelas A tersebut tidak mencatat adanya peningkatan pasien yang signifikan. Martha menduga, pasien mungkin lebih banyak berobat ke fasilitas kesehatan kelas di bawahnya atau puskesmas. Kendati demikian, ia tetap mengingatkan publik agar tidak lengah. Kebiasaan hidup bersih, seperti mencuci tangan, harus terus dijalankan secara konsisten, tidak hanya saat pandemi COVID-19.
Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Dr Billy Daniel Messakh, mengakui adanya tren kenaikan kasus demam. Menurutnya, kondisi ini masih tergolong wajar dan dipengaruhi oleh perubahan cuaca serta meningkatnya mobilitas warga. Billy menegaskan, sebagian besar pasien saat ini hanya memerlukan perawatan rawat jalan. Ia mengklaim belum ada lonjakan pasien dengan kondisi parah yang membutuhkan perawatan intensif. "Pasien yang dirawat inap di rumah sakit adalah mereka yang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti gangguan pernapasan berat. Sementara kasus demam atau influenza biasa umumnya bisa ditangani dengan rawat jalan," papar Billy.
Dinas Kesehatan Surabaya memastikan akan terus memantau ketersediaan tempat tidur dan tenaga medis. Billy mengimbau warga untuk tetap tenang, menyaring informasi yang beredar, dan memprioritaskan pemeriksaan awal di puskesmas terdekat. "Fasilitas kesehatan kami siap. Jika ada keluhan, segera periksakan diri ke puskesmas. Mari bersama menjaga kesehatan dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya," pungkasnya.

