Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bromo Kembali Memukau Aturan Baru Menanti Anda

    18-09-2026 - 16.35

    Pengakuan Mengejutkan Pejabat Kemenag Soal Harta

    18-09-2026 - 16.05

    Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap Fakta Mengejutkan

    18-09-2026 - 13.35
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Bromo Kembali Memukau Aturan Baru Menanti Anda
    • Pengakuan Mengejutkan Pejabat Kemenag Soal Harta
    • Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap Fakta Mengejutkan
    • Kisah Prabowo Bangkit Berkat Buku Tipis Ini
    • Prabowo Ungkap Reshuffle Kabinet Momentum Tepat
    • Skandal Febrie Cs Memanas Ini Fakta Baru
    • Jatim Geger 14 Gunung Terbakar Hebat
    • Terungkap Data Mengerikan Karhutla 6 Provinsi Sumsel Nomor Satu
    Jumat, 18 September 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Batas Parlemen 5 Persen Untung Atau Buntung
    Nasional

    Batas Parlemen 5 Persen Untung Atau Buntung

    17-09-2026 - 13.053 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Batas Parlemen 5 Persen Untung Atau Buntung

    zonamerahnews.com – Wacana kenaikan ambang batas parlemen menjadi 5 persen kini ramai diperbincangkan publik dan elite politik. Angka ini digadang-gadang akan menggantikan batas sebelumnya yang hanya 4 persen. Keputusan Mahkamah Konstitusi pada Februari 2024 menjadi pemicu utama, menyatakan ambang batas 4 persen tidak sejalan dengan prinsip kedaulatan rakyat dan keadilan pemilu untuk diterapkan pada Pemilu 2029 mendatang. Lantas, apa saja implikasi dari perubahan krusial ini?

    Sejumlah partai politik besar yang tergabung dalam koalisi pemerintah menyambut baik usulan ini. Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono, misalnya, menegaskan kesepakatan antar ketua umum partai koalisi untuk menetapkan ambang batas 5 persen. Dukungan serupa juga datang dari Golkar dan PKS. Bahkan, PDI Perjuangan yang berada di luar koalisi turut menyuarakan hal senada. Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP Komarudin Watubun berpendapat, angka 5 persen dianggap ideal demi terciptanya parlemen yang lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugas-tugasnya.

    Batas Parlemen 5 Persen Untung Atau Buntung
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Namun, tidak semua pihak sepakat dengan pandangan tersebut. Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Perludem, Iqbal Cholidin, menyuarakan kekhawatiran mendalam. Menurutnya, kenaikan ambang batas justru berpotensi memperbanyak suara pemilih yang terbuang sia-sia. Data Pemilu 2024 menunjukkan, dengan ambang batas 4 persen saja, sekitar 17,3 juta suara dari sepuluh partai gagal dikonversi menjadi kursi di DPR. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Pemilu 2019 yang mencapai 13,6 juta suara. Iqbal khawatir, jika ambang batas dinaikkan menjadi 5 persen, jumlah suara yang hangus bisa membengkak drastis, mengikis representasi pilihan rakyat.

    Iqbal juga menyoroti argumen bahwa ambang batas tinggi akan menyederhanakan jumlah partai dan meningkatkan efektivitas parlemen. Berdasarkan perhitungan jumlah partai efektif di parlemen (ENPP), kenaikan ambang batas dalam enam pemilu terakhir tidak selalu berkorelasi dengan penurunan fragmentasi kekuatan di DPR. Sebagai contoh, pada Pemilu 1999 tanpa ambang batas, ENPP justru tercatat paling rendah, yaitu 4,7. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor penentu utama adalah besaran daerah pemilihan, bukan semata ambang batas. Oleh karena itu, menaikkan ambang batas ke 5 persen dinilai sebagai langkah keliru jika tujuannya adalah menyederhanakan legislasi.

    Perludem juga mengingatkan bahwa putusan MK mengamanatkan perhitungan ulang ambang batas harus didasarkan pada metode terukur, menjaga proporsionalitas, dan menekan suara terbuang, bukan sebaliknya. Iqbal berpendapat, kesepakatan 5 persen antar ketua umum partai koalisi lebih menyerupai kompromi politik daripada hasil perhitungan yang proporsional.

    Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, melihat kenaikan ambang batas 5 persen akan menguntungkan partai menengah dan besar. Suara pemilih berpotensi terkonsolidasi, sementara partai baru dan non-parlemen akan menghadapi tantangan berat, bahkan mungkin harus melakukan fusi politik untuk bertahan. Di sisi lain, Agung menilai langkah ini dapat memperkuat sistem presidensial dengan menyederhanakan konfigurasi partai di parlemen, sehingga koalisi lebih mudah terbentuk dan pemerintahan menjadi lebih stabil.

    Namun, Agung juga menyuarakan kekhawatiran. Penyederhanaan ini bisa berdampak pada minimnya ruang perbedaan politik di parlemen. Jika semua partai terdorong untuk bergabung dalam koalisi, fungsi pengawasan legislatif terhadap eksekutif bisa tumpul. Kondisi ini, menurut Agung, berpotensi mengarah pada semi-otoritarianisme jika eksekutif terlalu dominan tanpa pengawasan yang memadai dari legislatif.

    Sebagai alternatif, Iqbal dari Perludem mengusulkan penataan ulang besaran daerah pemilihan (dapil). Dengan memperkecil alokasi kursi di tiap dapil, misalnya dari 3-10 kursi menjadi 3-8 kursi, ambang batas alamiah untuk meraih kursi akan meningkat. Cara ini diyakini dapat menyederhanakan jumlah partai melalui persaingan yang sehat di tingkat dapil, tanpa mengorbankan jutaan suara pemilih di tingkat nasional. Pendekatan ini dianggap lebih proporsional dan menjaga representasi rakyat.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Bromo Kembali Memukau Aturan Baru Menanti Anda

    18-09-2026 - 16.35

    Pengakuan Mengejutkan Pejabat Kemenag Soal Harta

    18-09-2026 - 16.05

    Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap Fakta Mengejutkan

    18-09-2026 - 13.35

    Kisah Prabowo Bangkit Berkat Buku Tipis Ini

    18-09-2026 - 13.05

    Prabowo Ungkap Reshuffle Kabinet Momentum Tepat

    18-09-2026 - 08.35

    Skandal Febrie Cs Memanas Ini Fakta Baru

    18-09-2026 - 08.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Bromo Kembali Memukau Aturan Baru Menanti Anda

    Nasional 18-09-2026 - 16.35

    zonamerahnews.com – Keindahan Gunung Bromo kini kembali dapat dinikmati wisatawan. Setelah sempat ditutup akibat insiden…

    Pengakuan Mengejutkan Pejabat Kemenag Soal Harta

    18-09-2026 - 16.05

    Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap Fakta Mengejutkan

    18-09-2026 - 13.35

    Kisah Prabowo Bangkit Berkat Buku Tipis Ini

    18-09-2026 - 13.05
    Our Picks

    Bromo Kembali Memukau Aturan Baru Menanti Anda

    18-09-2026 - 16.35

    Pengakuan Mengejutkan Pejabat Kemenag Soal Harta

    18-09-2026 - 16.05

    Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap Fakta Mengejutkan

    18-09-2026 - 13.35

    Kisah Prabowo Bangkit Berkat Buku Tipis Ini

    18-09-2026 - 13.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.