zonamerahnews.com – Sebuah pergantian posisi penting di Kabinet Indonesia Maju baru-baru ini menyita perhatian publik. Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan, resmi digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara, pada Senin lalu. Momen pergantian ini menjadi sorotan lantaran Purbaya menerima kabar tersebut secara tak terduga, di tengah kesibukannya memaparkan laporan di hadapan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.
Purbaya telah mengemban amanah sebagai Menteri Keuangan selama kurang lebih satu tahun, sejak dilantik pada 8 September. Ia meneruskan estafet kepemimpinan dari Sri Mulyani Indrawati, yang telah mengabdi sejak era pemerintahan sebelumnya.

Drama pergantian itu terjadi saat Purbaya sedang menyampaikan pembaruan data terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dinamika aliran modal asing, serta kebijakan penggajian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Komite IV DPD RI. Sekitar pukul 15.30 WIB, presentasinya terhenti. Ketua Komite IV DPD, Ahmad Nawardi, selaku pimpinan rapat, tiba-tiba menginterupsi.
"Pak menteri, saya potong sebentar. Ada telepon dari Menteri Sekretaris Negara, Pak Prasetyo Hadi. Mohon dilihat dulu," ujar Nawardi, memecah konsentrasi rapat.
Purbaya, yang terlihat sedikit terkejut dengan interupsi mendadak itu, segera beranjak dari ruang rapat untuk menerima panggilan telepon penting tersebut. Sejak saat itu, ia tidak kembali lagi ke dalam forum. Hingga kini, Purbaya belum memberikan pernyataan resmi terkait bergesernya posisinya tersebut.
Berbeda dengan Purbaya yang mendapat kabar pergantian di tengah aktivitasnya, Suahasil Nazara telah dihubungi pihak Istana pada pagi hari sebelum pelantikan. Presiden Prabowo Subianto secara khusus memberikan instruksi kepada Suahasil untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, terutama stabilitas APBN.
"Arahan langsung dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Ini berarti memastikan kesehatan dan kepercayaan terhadap kondisi keuangan negara tersebut," terang Suahasil, mengutip pesan penting dari Kepala Negara.

