zonamerahnews.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini membeberkan fakta mengejutkan terkait tingginya angka kematian ibu dan anak di Indonesia yang menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan rasio terburuk secara nasional. Kondisi ini menjadi sorotan serius mengingat Indonesia sendiri menduduki peringkat yang kurang baik di kawasan ASEAN dalam penanganan kasus kematian ibu melahirkan dan bayi.
Setiap tahunnya, data nasional menunjukkan ada sekitar 30 ribu kematian bayi dan 4 ribu kematian ibu yang tercatat. Angka ini menempatkan Indonesia pada posisi yang memprihatinkan di antara negara-negara Asia Tenggara. Lebih lanjut, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyoroti bahwa Jawa Barat menjadi episentrum masalah ini, bahkan terjadi di rumah sakit dengan akreditasi paripurna.

Dalam paparannya di hadapan Komisi IX DPR, Budi mengungkapkan bahwa tiga kota dan tiga kabupaten di Jawa Barat menjadi wilayah dengan angka kematian ibu dan anak paling tinggi. Meskipun rincian nama wilayah tidak disebutkan, ia menekankan bahwa mayoritas kasus kematian ini terjadi saat pasien berada dalam penanganan fasilitas kesehatan.
Ironisnya, banyak dari rumah sakit yang menangani kasus-kasus fatal ini telah menyandang akreditasi Paripurna. Penyelidikan mendalam menemukan akar masalahnya: infeksi. "Banyak infeksi. Jadi cara mereka menata kebersihan rumah sakitnya itu tidak bagus," tegas Budi, mengindikasikan adanya kelalaian dalam standar higienitas dan sterilisasi di fasilitas kesehatan tersebut.
Menyikapi kondisi genting ini, Kementerian Kesehatan tidak tinggal diam. Pihaknya memberikan tenggat waktu satu tahun bagi rumah sakit-rumah sakit yang teridentifikasi memiliki angka kematian ibu dan bayi tinggi untuk segera berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Daftar rumah sakit tersebut telah dikantongi dan akan mendapatkan pendampingan intensif.
Selain itu, Kemenkes juga akan menerapkan indikator-indikator baru yang lebih ketat, termasuk resistensi antimikroba, untuk mengukur dan memantau kinerja rumah sakit secara lebih akurat. Harapannya, langkah-langkah ini dapat membawa perubahan signifikan dan menekan angka kematian ibu dan anak di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

