zonamerahnews.com – Detik-detik mencekam menyelimuti kawasan Jemplang Kabupaten Malang saat kobaran api dari Gunung Bromo merayap mendekati area restoran populer Bromo Hillside. Kepulan asap tebal membumbung tinggi, menciptakan suasana panik yang membuat para wisatawan dan pekerja berhamburan mencari perlindungan, menyelamatkan diri dari ancaman si jago merah.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini terus meluas. Api yang semula berkobar di Savana Pengol Probolinggo kini telah menjalar hingga ke wilayah Jemplang Malang. Endrip Wahyutama selaku Pranata Humas Balai Besar TNBTS membenarkan meluasnya titik api tersebut. "Ya, dari video yang saya kirimkan itu di Jemplang semua lokasinya," ungkap Endrip saat dikonfirmasi Minggu.

Rekaman video amatir yang diambil dari area kafe Bromo Hillside, dekat Bukit Bantengan, mengabadikan momen mengerikan itu. Tampak jelas bagaimana gumpalan asap abu-abu pekat perlahan menyelimuti seluruh area kafe, memicu kepanikan massal. Pengunjung dan staf restoran terlihat berlarian tunggang langgang meninggalkan lokasi, berusaha menjauh dari kepungan asap dan bahaya api.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, pada Minggu pukul 04.30 WIB, titik api masih terpantau aktif di sekitar Jemplang, tepatnya di wilayah Bukit Bantengan dengan vegetasi semak belukar.
Tim gabungan dari berbagai instansi, termasuk BPBD Kabupaten Malang, BPBD Provinsi Jawa Timur, Polres Malang, empat unit Damkar Kabupaten Malang, satu unit Damkar Kota Malang, TNBTS, Manggala Agni, serta dukungan mobil pick up dan truk tandon portabel milik warga, berjibaku melakukan upaya pemadaman. Berkat kesigapan mereka, Sadono menambahkan, api di bagian belakang Bromo Hillside berhasil dipadamkan pada pukul 09.57 WIB.
"Untuk saat ini titik api di belakang kawasan Bromo Hillside sudah padam dan sedang dilaksanakan penyisiran bara api oleh tim gabungan," jelas Sadono. Prioritas pemadaman selanjutnya difokuskan pada sisi timur Hillside dan area sekitar Jemplang, dengan pasokan air terus diupayakan untuk pembasahan lahan. Dampak awal yang teridentifikasi adalah terbakarnya saluran air milik Bromo Hillside di sisi timur. Data luas area terdampak dan kerugian masyarakat masih dalam pendataan.
Sebelum insiden ini, kawasan wisata Gunung Bromo di TNBTS telah ditutup total untuk segala aktivitas sejak Sabtu 12 September. Penutupan ini menyusul karhutla yang kembali melanda. Api yang pertama kali muncul Kamis sore di Savana Pengol Desa Ngadas Probolinggo, telah merembet hingga ke Bukit Teletubbies dan Gunung Kursi pada Sabtu. Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengumumkan penutupan tersebut berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan, mempertimbangkan kondisi kebakaran dan keamanan kawasan.

