zonamerahnews.com – Dunia kerja di Indonesia kini tengah menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan peran antara profesionalisme dan tanggung jawab keluarga. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Choiri Fauzi mendorong para pelaku usaha untuk mulai serius memperhatikan fasilitas penitipan anak atau daycare di lingkungan kantor. Langkah ini dinilai menjadi kunci utama agar perempuan dapat terus berkontribusi secara maksimal dalam dunia kerja tanpa harus mengorbankan urusan pengasuhan buah hati mereka.
Arifah menegaskan bahwa urusan mengasuh anak tidak seharusnya menjadi beban keluarga semata. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung. Dengan adanya fasilitas pengasuhan yang mumpuni serta kebijakan jam kerja yang lebih fleksibel, perusahaan tidak hanya membantu pekerja, tetapi juga membangun lingkungan kerja yang lebih inklusif dan ramah terhadap perempuan.

Menariknya, kebijakan ini bukan sekadar isu sosial melainkan strategi bisnis yang sangat menguntungkan. Shinta Widjaja Kamdani selaku Ketua Umum Apindo mengungkapkan bahwa investasi pada dukungan pengasuhan anak terbukti mampu menekan angka pengunduran diri karyawan secara signifikan. Ia memberikan contoh nyata dari sebuah perusahaan tekstil di Vietnam yang berhasil menurunkan tingkat pergantian pekerja hingga sepertiga setelah menyediakan fasilitas taman kanak-kanak di area kerja.
Data menunjukkan bahwa ketersediaan layanan prasekolah yang memadai dapat mendongkrak produktivitas pabrik manufaktur yang didominasi pekerja perempuan hingga belasan persen. Melalui inisiatif dari IBCWE, berbagai perusahaan kini mulai bereksperimen dengan skema kerja fleksibel dan cuti orang tua yang lebih baik. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan yang peduli pada kesejahteraan keluarga karyawannya justru akan mendapatkan loyalitas dan performa kerja yang jauh lebih tinggi.

