zonamerahnews.com – Menjelang datangnya musim penghujan yang diprediksi mulai melanda Jakarta pada akhir November mendatang, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung mengambil langkah taktis. Ia menginstruksikan percepatan proyek normalisasi di sejumlah aliran sungai vital guna meminimalisir risiko banjir yang kerap menghantui ibu kota setiap tahunnya.
Dalam peninjauan langsung di kawasan Kali Mampang segmen Poncol, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, pada Kamis lalu, Pramono menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh saluran air dalam kondisi optimal. Tidak hanya Kali Mampang, proyek pengerukan juga menyasar aliran sungai lain seperti Ciliwung, Krukut, hingga Cakung Lama.

Pramono mengakui bahwa wilayah seperti Mampang merupakan titik rawan yang sangat sensitif terhadap curah hujan tinggi. Menurutnya, intensitas hujan yang mencapai 100 mm per hari saja sudah cukup untuk membuat kawasan tersebut terendam air dan memicu keluhan warga. Oleh karena karena itu, normalisasi sungai yang sempat terhenti lama kini kembali digencarkan secara masif.
Strategi penanganan banjir kali ini tidak hanya terpaku pada normalisasi sungai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menggenjot pembangunan embung, pengerukan selokan secara menyeluruh, hingga perbaikan pada titik-titik pertemuan kali.
Pemanfaatan masa kemarau ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah untuk memperbaiki seluruh fasilitas pengendali banjir. Dengan persiapan yang matang sebelum puncak musim hujan tiba, Pramono optimis volume luapan air dapat ditekan secara signifikan sehingga dampak banjir bagi masyarakat dapat dikurangi.

