zonamerahnews.com – Kabar duka menyelimuti Papua Pegunungan. Tiga abdi negara dari Dinas Pertanian Jayawijaya harus meregang nyawa usai diberondong peluru Kelompok Kriminal Bersenjata KKB. Insiden keji ini terjadi di Muliama Rabu sore memicu duka mendalam dan perburuan besar besaran oleh aparat keamanan. Hingga kini, aparat masih terus memburu para pelaku sementara ketiga jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halaman masing masing.
Kronologi Mencekam di Muliama

Peristiwa berdarah itu pecah pada Rabu sore sekitar pukul 15.53 WIT. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menjelaskan rombongan ASN ini awalnya dalam misi kemanusiaan. Mereka bertugas menyalurkan bantuan ternak anak babi melakukan inspeksi lahan cetak sawah serta memberikan edukasi terkait peternakan kepada masyarakat setempat.
Namun dalam perjalanan kembali menuju Wamena kendaraan yang mereka tumpangi tiba tiba dihadang oleh sekelompok orang bersenjata. Para korban dipaksa turun dari kendaraan dan digiring ke bagian belakang mobil. Tak lama kemudian tiga kali letusan senjata api memecah kesunyian disusul kaburnya para pelaku dari lokasi kejadian.
Tiga korban tewas di tempat akibat luka tembak. Mereka adalah WM 24 seorang wanita yang mengalami luka tembak di pinggang kanan. Kemudian AR 49 Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya yang tewas dengan luka tembak di perut. Terakhir AAM 35 pegawai Dinas Pertanian pria yang gugur dengan luka tembak di kepala belakang dan tangan kiri.
Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Kombes Yusuf Sutejo memastikan aparat kepolisian telah mengantongi ciri ciri para pelaku. Penyelidikan intensif dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi yang selamat dari insiden tersebut. "Dari pendalaman kami setelah memeriksa saksi korban yang selamat di Polres Jayawijaya kami sudah mendapatkan ciri ciri pelaku. Tim sudah bergerak melakukan pengejaran" tegas Yusuf.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara TKP petugas menemukan tiga cangkang peluru dua berukuran 5.56 milimeter yang merupakan amunisi senjata api laras panjang dan satu cangkang kaliber 9 milimeter dari senjata api laras pendek. Selain itu bercak darah juga ditemukan di lokasi kejadian menjadi bukti bisu kekejian para pelaku. Berdasarkan keterangan awal saksi kelompok penyerang berjumlah sekitar delapan orang dengan setidaknya dua pucuk senjata api laras panjang.
Video Call Horor dari Pelaku
Yang lebih mengejutkan para pelaku sempat merampas ponsel salah satu korban Willi Mbuik WM dan melakukan panggilan video dengan keluarga korban. Rekaman video call mengerikan itu bahkan sempat tersebar di media sosial. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Faizal Ramadhani mengonfirmasi kebenaran insiden tersebut. "Iya betul pelaku video call dengan keluarga korban" ujarnya.
Kombes Yusuf Sutejo menambahkan dalam panggilan video itu para pelaku berbicara menggunakan bahasa Papua yang kini masih dalam proses penerjemahan. Belakangan polisi berhasil mengidentifikasi dua orang yang terlihat dalam cuplikan video call tersebut yakni PN dan KT. "Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri ciri yang ada pada kami kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT yang masuk dalam DPO kami" kata Yusuf.
Jejak Kejahatan PN dan KT
PN dan KT bukan nama baru dalam daftar hitam kepolisian. Keduanya disinyalir memiliki korelasi dengan serangkaian tindak kekerasan di Papua. Mereka adalah anggota aktif Kelompok Kriminal Bersenjata KKB Kodap III Ndugama yang dipimpin oleh Egianus Kogoya dan telah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang DPO.
Dua pelaku ini diduga terlibat dalam penembakan saat Festival Budaya Lembah Baliem FBLB pada 8 Agustus 2026 yang melukai dua warga sipil. Lebih jauh PN dan KT juga memiliki peran dalam insiden penyanderaan pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023 meskipun pilot tersebut berhasil dibebaskan pada 21 September 2024. "Keterlibatan dalam kasus penembakan FBLB dan penyanderaan pilot Susi Air ini menjadi kemajuan signifikan bagi kami. Dari identifikasi ini kami terus mengejar untuk mengetahui keberadaan para pelaku" jelas Yusuf.
Penebalan Pasukan di Wamena
Menyikapi serangkaian insiden kekerasan ini Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 telah mengambil langkah tegas dengan menambah kekuatan personel di Wamena Kabupaten Jayawijaya. Penebalan pasukan ini bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus menunjang operasi pencarian dan pengejaran terhadap PN KT serta pihak lain yang disinyalir terlibat. "Kami akan terus mengejar dan menggali setiap informasi yang diperoleh untuk mengungkap keberadaan para pelaku" pungkas Yusuf.

