zonamerahnews.com – Sebuah momen langka dan mengharukan terjadi saat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng di Palangka Raya Kalimantan Tengah. Dalam kunjungannya Gibran terlihat berjalan berdampingan sambil menggandeng tangan seekor orangutan sebuah pemandangan yang langsung mencuri perhatian publik dan pegiat konservasi.
Kunjungan orang nomor dua di Indonesia ini didampingi oleh sejumlah aktivis konservasi dan tim medis hewan yang sengaja didatangkan dari Jakarta. Fokus utama mereka adalah memastikan penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan karhutla berjalan optimal terutama bagi satwa dan habitatnya yang rentan.

Gibran menegaskan bahwa upaya penanggulangan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh. "Tidak hanya manusia perlindungan satwa serta habitatnya juga krusial dan tidak boleh kita abaikan" ujar Gibran. Ia ingin memastikan seluruh kebutuhan perawatan di fasilitas ini terpenuhi secara optimal.
Selama di sana Gibran menyaksikan langsung program rehabilitasi dan upaya perawatan orangutan. Ia juga berdialog intensif dengan para ahli medis hewan sukarelawan dan seluruh tim yang selama ini berdedikasi dalam perlindungan satwa. Sebagai bentuk dukungan Gibran turut menyerahkan donasi berupa suplai medis kebutuhan pakan seperti bawang bombay hingga alat nebulizer yang sangat vital bagi perawatan.
Gibran kembali menekankan bahwa konservasi satwa dan restorasi lingkungan merupakan dua aspek vital yang saling terhubung erat. Ini mencakup pemulihan satwa yang terluka sekaligus menjamin ketersediaan sumber pangan air dan ekosistem pendukung yang berkelanjutan untuk kelangsungan hidup satwa dalam jangka panjang.
"Apresiasi tinggi saya sampaikan kepada para dokter hewan pegiat konservasi sukarelawan yayasan dan seluruh tim yang terus berjuang merawat dan melindungi satwa Indonesia" kata Gibran. Ia menambahkan dedikasi nyata mereka sangat berarti bagi kelestarian alam.
Dalam rangkaian peninjauannya Gibran juga sempat mengunjungi Sekolah Hutan BOSF Nyaru Menteng yang menjadi lokasi pembinaan bagi 17 individu orangutan. Selain itu ia turut menyambangi area Karantina Individu Orangutan untuk menyaksikan langsung proses nebulisasi atau terapi uap yang merupakan bagian dari perawatan satwa yang terkena dampak karhutla. Di area karantina ini sekitar 90 orangutan tengah menjalani perawatan intensif di kandang-kandang yang disesuaikan dengan kondisi spesifik dan kebutuhan setiap individu satwa.

