zonamerahnews.com – Sebuah video mengejutkan yang merekam insiden mengerikan di perlintasan kereta api Simpang Mengkreng Kertosono Kabupaten Kediri Jawa Timur mendadak viral di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan palang pintu perlintasan yang tak berfungsi saat Kereta Api 152 Brantas melaju kencang nyaris menabrak dua truk trailer. PT Kereta Api Indonesia Persero Daerah Operasi 7 Madiun segera menyampaikan permohonan maaf dan mengakui bahwa kejadian ini murni akibat keteledoran petugas penjaga perlintasan.
Dalam tayangan yang beredar luas terlihat jelas bagaimana dua unit truk trailer hampir saja menjadi korban di tengah rel. Palang pintu perlintasan sama sekali tidak menutup padahal kereta sudah melintas. Warga sekitar yang melihat bahaya tersebut dengan sigap berteriak dan berusaha membangunkan petugas jaga yang diduga tertidur pulas di posnya. Beruntung berkat peringatan warga yang cepat kedua truk berhasil lolos dari maut. Insiden menegangkan ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun kecelakaan fatal.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari membenarkan peristiwa itu terjadi di JPL 303A KM 213+705 petak jalan Kertosono-Papar pada Rabu dini hari pukul 0148 WIB. Ia menjelaskan bahwa palang pintu gagal menutup saat KA 152 Brantas rute Pasarsenen-Blitar melintas. "Berdasarkan hasil pemeriksaan awal kejadian ini disebabkan petugas jaga perlintasan tidak menjalankan prosedur pengamanan sesuai standar operasional" ujar Tohari dalam keterangan resminya.
Setelah menerima laporan dari awak kereta KAI Daop 7 Madiun langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan PPKA Kertosono Unit Jalan dan Jembatan JJ 73 Kertosono serta petugas pengamanan. Petugas yang lalai tersebut kini telah kembali bertugas namun dengan pengawasan dan pendampingan ketat dari Unit JJ 73 Kertosono demi memastikan seluruh prosedur pengamanan berjalan semestinya. "Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang muncul akibat insiden ini. Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan adalah prioritas utama KAI. Kami tidak akan menoleransi pelanggaran prosedur operasional yang berpotensi membahayakan keselamatan" tegasnya.
Tohari menambahkan bahwa petugas terkait telah menjalani pembinaan sesuai aturan yang berlaku. Kejadian ini juga menjadi bahan evaluasi serius bagi KAI untuk memperkuat disiplin meningkatkan pengawasan dan memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai standar yang ditetapkan. KAI berkomitmen penuh untuk terus menjaga keandalan operasional dan memberikan pelayanan yang mengutamakan aspek keselamatan. Tidak ada dampak pada jadwal maupun keselamatan perjalanan kereta api akibat insiden ini.
KAI Daop 7 Madiun juga tak lupa mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang baik yang dijaga maupun tidak dijaga yang dilengkapi palang pintu maupun tidak. Tohari mengingatkan bahwa palang pintu perlintasan bukanlah alat pengamanan utama melainkan hanya alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api. Oleh karena itu keselamatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab setiap pengguna jalan. "Kami mengajak masyarakat untuk selalu disiplin di perlintasan sebidang. Jangan hanya bergantung pada palang pintu. Berhenti sejenak tengok kanan dan kiri pastikan aman baru lanjutkan perjalanan" pungkasnya.

