zonamerahnews.com – Lebih dari dua pekan berlalu misteri kematian seorang pejabat Pemkab Bangkalan masih menyelimuti. RYS 51 Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman yang jasadnya ditemukan tak bernyawa di dalam mobil dinasnya di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya kini memicu perburuan sengit. Tim gabungan dari Polda Jawa Timur dan Polresta Sidoarjo kini tengah gencar melacak keberadaan sosok berinisial E terduga pelaku utama.
Petugas mengakui perburuan ini penuh tantangan lantaran E dikenal sangat licin dan kerap berpindah-pindah tempat. Pengejaran dilakukan secara intensif dengan menyisir jaringan pertemanan dan kerabat terduga pelaku. Polisi menduga E tidak menetap di satu wilayah sehingga area pencarian harus diperluas mencakup banyak titik di berbagai kota.

Identitas E terkuak dari jejak digital berupa unggahan media sosial terakhir korban dan terduga pelaku. Rekaman CCTV di Bandara Juanda Surabaya juga menunjukkan E sebagai sosok terakhir yang terlihat bersama RYS. Kuasa hukum keluarga korban Risang Bima Wijaya mengungkapkan bahwa sebelum kematiannya RYS dan E diketahui sempat melakukan perjalanan bersama ke Malang dan Batu.
Risang menambahkan jejak Erlan nama lengkap terduga pelaku sempat terlacak di wilayah Jawa Tengah. Namun hingga kini ia terus berpindah-pindah dan tidak pernah menetap di alamat resminya di Malang. Erlan disebut berasal dari Sulawesi Selatan dan pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional BPPN sebelum lembaga itu dibubarkan pada 2004.
Rekam jejak Erlan juga diwarnai dugaan kasus penipuan dengan berbagai modus mulai dari properti proyek hingga jual beli. Diduga kuat modus penipuan yang melibatkan RYS adalah love scam. Perkenalan antara RYS dan Erlan diduga berawal dari tawaran proyek fiktif.
Hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menguatkan dugaan pembunuhan. Ditemukan luka robek pada telinga kiri korban akibat hantaman benda tumpul. Indikasi mati lemas atau asfiksia juga terlihat jelas dari pelebaran pembuluh darah di kelopak mata serta bibir yang membiru. Perubahan warna pada lidah epiglotis saluran napas hingga dinding lambung turut menjadi petunjuk penting. Keluarga korban mendesak penangkapan Erlan sebagai kunci untuk mengungkap seluruh tabir misteri ini mengingat mereka tidak mengenal sosok tersebut.

