zonamerahnews.com – Kabar mengejutkan datang dari jagat hukum dan politik Tanah Air. Firdaus Oiwobo secara resmi menyeret mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada UGM Tiyo Ardianto ke meja hijau. Laporan polisi ini dilayangkan di Polres Metro Tangerang Selatan dan mencuat di tengah sorotan publik terhadap Tiyo yang sebelumnya mengaku menemukan alat pelacak di kendaraannya.
Kepala Seksi Humas Polres Tangerang Selatan Ipda Yudhi Susanto membenarkan adanya aduan tersebut. Menurut Yudhi laporan polisi itu terdaftar pada Senin 15 Juni lalu. Namun pihak kepolisian belum dapat merinci duduk perkara yang menjadi dasar pelaporan Firdaus terhadap Tiyo. Saat ini tim Satuan Reserse Kriminal Polres Tangsel tengah mendalami kasus ini untuk mengungkap fakta-fakta di baliknya dan merencanakan langkah tindak lanjut.

Nama Tiyo Ardianto sendiri belakangan ini memang kerap menjadi buah bibir. Ia dikenal vokal mengkritik kebijakan pemerintah. Puncak perhatian publik tertuju padanya setelah Tiyo mengungkapkan temuan mencengangkan. Ia mendapati dua unit perangkat pelacak misterius tersembunyi di bagian bawah sasis dan ban mobil yang ia gunakan.
Tiyo merinci kronologi penemuan alat-alat tersebut. Ia menduga perangkat itu sudah terpasang sejak Jumat 12 Juni. Kala itu Tiyo bertolak dari Kudus menuju Semarang Jawa Tengah mengendarai mobil Toyota Fortuner milik kerabatnya. Setelah tiba di Semarang ia menginap di sebuah hotel kawasan Tembalang dan sempat mengunjungi beberapa lokasi.
Pada Sabtu pagi Tiyo menghadiri diskusi di Balai Penjamin Mutu Provinsi Jateng. Di sana ia merasa diikuti oleh sejumlah orang tak dikenal yang bahkan terang-terangan memotretnya. Selepas acara sekitar pukul 12.30 WIB Tiyo melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta untuk mengikuti demonstrasi di Pertigaan Gejayan Sleman DIY.
Dalam perjalanan Semarang-Yogyakarta Tiyo menyadari adanya notifikasi aneh di ponselnya namun ia mengabaikannya karena sedang fokus menyetir. Setelah selesai berpartisipasi dalam aksi di Gejayan sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB ponselnya kembali menampilkan notifikasi dari aplikasi pelacak bernama PBX Finder yang menunjukkan pergerakan seiring dengan dirinya.
Keesokan harinya Minggu sekitar pukul 12.00 WIB Tiyo kembali ke Semarang. Notifikasi serupa masih muncul di ponselnya. Ia sempat berpikir alat pelacak pertama belum mati sepenuhnya sehingga ia menyerahkannya kepada seorang rekan di Semarang. Namun setelah perangkat itu dipindahkan dan Tiyo menuju bandara notifikasi serupa kembali muncul.
Pencarian lebih lanjut akhirnya mengungkap keberadaan perangkat kedua. Sebuah lingkaran pipih yang ditempel menggunakan isolasi atau lakban hitam ditemukan di bagian ban kanan belakang mobilnya. Tiyo menduga perangkat pertama yang ia temukan dalam kondisi bersih kemungkinan baru dipasang saat ia berada di Yogyakarta. Sementara itu alat pelacak kedua yang terpasang di ban diperkirakan sudah ada sejak Jumat 12 Juni dan terakhir kali diperiksa oleh pemiliknya pada pukul 19.55 WIB saat Tiyo masih berada di hotel Tembalang.

