zonamerahnews.com – Keluarga MWP seorang bocah enam tahun yang menjadi korban penindasan kejam oleh dua remaja di Taman Kramat Pulo Jakarta Pusat dengan tegas menolak segala bentuk ajakan damai. Ayah korban Bella 29 tahun bersikukuh untuk melanjutkan proses hukum hingga tuntas demi keadilan dan efek jera bagi para pelaku.
Bella mengungkapkan meskipun salah satu keluarga pelaku sempat berupaya mendekat untuk meminta maaf bahkan menawarkan bantuan makanan namun pihaknya tetap pada pendirian. "Kami tidak akan berdamai langkah ini adalah pesan tegas agar tidak ada lagi toleransi terhadap aksi perundungan" ujar Bella kepada awak media di Menteng Jakarta Pusat.

Saat ini pihak keluarga masih menanti perkembangan penyidikan dari kepolisian. Laporan polisi telah dibuat dan pelaku dewasa yang terlibat telah diperiksa serta diamankan. Sementara itu pelaku lain yang masih berstatus pelajar SMP dilaporkan telah dikembalikan kepada orang tua dengan pengawasan ketat.
Ketegasan Bella bukan tanpa alasan. Ia berharap kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat terutama dalam pengawasan anak-anak di ruang publik. "Kami ingin memastikan ada efek jera agar kejadian serupa tidak terulang pada anak-anak lain" tambahnya.
Kondisi MWP sendiri kini menunjukkan pemulihan namun belum sepenuhnya stabil. Bocah malang itu masih mengalami demam tinggi mencapai 40 derajat celcius tekanan darah rendah kegelisahan serta gatal-gatal di beberapa bagian tubuh. Pembengkakan di kepala yang sempat terjadi kini sudah mulai mereda.
Untuk penanganan medis lebih lanjut MWP telah dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Jakarta Pusat. Pemantauan intensif terhadap tekanan darah dan kondisi keseluruhan tubuhnya terus dilakukan guna memastikan pemulihan yang optimal.

