zonamerahnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya dengan melancarkan dua Operasi Tangkap Tangan (OTT) secara serentak pada Rabu (4/2). Sasaran operasi senyap ini tidak main-main, melibatkan sejumlah pegawai di bawah Kementerian Keuangan, termasuk anak buah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang berlokasi di Banjarmasin dan Jakarta.
Kebenaran operasi ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. Ia membenarkan adanya kegiatan OTT di Kalimantan Selatan, yang kemudian diperjelas oleh Juru Bicara KPK Budi Prasetyo bahwa operasi pertama ini menyasar Kantor Pajak Pratama (KPP) Madya Banjarmasin. Kasus ini diduga kuat terkait dengan praktik restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di sektor perkebunan yang sedang diproses di KPP Madya Banjarmasin.

Dalam operasi di Banjarmasin, total tiga orang berhasil diamankan, terdiri dari dua Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu pihak swasta. Salah satu yang diamankan adalah Kepala Kantor KPP Madya Banjarmasin, Mulyono. "KPK mengamankan sejumlah tiga orang. Salah satunya adalah Kepala Kantor KPP Madya Banjarmasin. Saat ini sedang perjalanan menuju Jakarta," terang Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (4/2). Tak hanya itu, bukti uang tunai senilai lebih dari Rp1 miliar juga turut disita dalam OTT ini.
Tak berhenti di sana, KPK juga melancarkan OTT kedua di Jakarta, menargetkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto kembali membenarkan adanya operasi ini. Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Ditjen Bea dan Cukai, Budi Prasetyo, turut mengonfirmasi adanya pemeriksaan terhadap sejumlah pihak di internal lembaganya. OTT di Jakarta ini diduga kuat berkaitan dengan praktik ilegal terkait barang impor yang masuk ke wilayah Indonesia. Dari operasi ini, KPK berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai dalam berbagai mata uang (rupiah dan asing) serta logam mulia seberat 3 kilogram.
Menanggapi rentetan OTT yang menyasar jajarannya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara. Saat Rapat dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, ia menyatakan bahwa operasi ini bisa menjadi "shock therapy" atau terapi kejut yang efektif bagi para pegawainya. Purbaya berharap, kejadian ini dapat menjadi momentum untuk mendorong perbaikan kinerja dan integritas jajaran Kementerian Keuangan secara menyeluruh.
KPK menegaskan akan terus mendalami kedua kasus ini untuk mengungkap jaringan dan modus operandi yang lebih luas, serta memastikan setiap pihak yang terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Informasi lebih lanjut akan disampaikan oleh zonamerahnews.com seiring perkembangan penyidikan.

