zonamerahnews – Tebing megah Ngarai Sianok di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalami longsor dahsyat setinggi 120 meter dengan lebar mencapai 15 meter. Peristiwa yang terjadi setelah diguyur hujan deras berhari-hari ini, meski tidak menelan korban jiwa, namun menyisakan kekhawatiran dan kerusakan pada lahan pertanian warga setempat. Bencana alam ini dilaporkan pada Minggu, 4 Januari 2026.
Kepala Desa Guguak Tinggi, Dasman, menjelaskan bahwa pemicu utama longsor adalah intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama. "Hujan deras dengan durasi lama menjadi pemicunya, puncaknya terjadi di Kamis (1/1) lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa," ujar Dasman pada Sabtu (3/1), seperti dikutip dari zonamerahnews.com. Lokasi longsor, yang dikenal warga sebagai Ngarai Kaluang, berada sekitar 1,5 kilometer dari area pemukiman penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pedagang.

Meskipun tidak ada korban jiwa, dampak longsor ini terasa bagi sebagian warga. Beberapa petak sawah milik petani dilaporkan ikut terkikis akibat material longsoran. Menanggapi situasi ini, pemerintah desa setempat telah sigap melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam untuk penanganan lebih lanjut.
Dasman menambahkan bahwa longsor di area Ngarai Sianok bukanlah peristiwa yang baru pertama kali terjadi. "Longsor itu tidak sekali terjadi, sudah beberapa kali," ungkapnya. Pihak desa juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya di wilayah aliran Ngarai Sianok di Bukittinggi, untuk memastikan warga yang beraktivitas di sekitar sungai dapat segera menjauh jika terjadi longsor susulan.
Warga di sekitar lokasi tidak perlu dievakuasi karena pergerakan tanah di bibir ngarai masih tergolong jauh dan aman dari pemukiman. Namun, Dasman tetap menekankan pentingnya kewaspadaan. "Tapi tetap ditegaskan kepada warga yang beraktivitas bertani atau berkebun untuk tidak mendekati bibir ngarai," pungkasnya, mengingatkan akan potensi bahaya yang selalu mengintai di kawasan rawan longsor tersebut.

