zonamerahnews – Pihak kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara. Diduga terinspirasi dari situs-situs radikal, polisi menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang dianggap menjadi sumber inspirasi bagi pelaku.
Roberto Pasaribu, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, menegaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan Kominfo, khususnya Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, untuk segera membatasi atau memblokir akses ke website-website tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Penyidik juga tengah mendalami jejak digital pelaku. "Kami akan memaparkan apa saja yang dipelajari, dikunjungi, atau didistribusikan oleh pelaku melalui perangkat digitalnya," ujar Roberto.
Polisi berhasil mengamankan sebuah laptop milik terduga pelaku yang sempat berpindah tangan. Saat ini, tim forensik digital sedang bekerja keras untuk menganalisis isi laptop tersebut, termasuk menelusuri situs-situs yang pernah diakses oleh pelaku. "Seluruh media online, termasuk situs yang diakses oleh anak yang berkonflik dengan hukum ini, masih dalam proses pendalaman melalui digital forensik," imbuh Roberto.
Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat (7/11) lalu, melukai puluhan siswa. Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan bahwa pelaku terinspirasi dari berbagai situs yang memuat konten kekerasan, serta terpengaruh oleh komunitas media sosial yang mengagungkan aksi kekerasan. Bahkan, pelaku menjadikan enam pelaku kekerasan di luar negeri sebagai inspirasi, yang namanya tertulis pada senjata mainan yang dibawanya.

