Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Heboh Dapur Gizi Fiktif Cilacap Ini Penjelasan Asli

    25-06-2026 - 08.06

    Gerindra Pasang Badan Bela Gibran Soal Duit Mahasiswa

    25-06-2026 - 06.06

    Pernyataan AHY Bikin Deddy PDIP Kebakaran Jenggot

    25-06-2026 - 03.06
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Heboh Dapur Gizi Fiktif Cilacap Ini Penjelasan Asli
    • Gerindra Pasang Badan Bela Gibran Soal Duit Mahasiswa
    • Pernyataan AHY Bikin Deddy PDIP Kebakaran Jenggot
    • Bea Cukai Geger Polri Sita Bukti Impor HP Ilegal
    • Buron 30 Tahun Harta Triliunan Masih Dikejar
    • Polisi Serbu Bea Cukai Juanda Sidoarjo Ada Apa
    • Prabowo Bongkar Peran Unik TNI Polri di Sektor Pangan
    • Kengerian 3 Tahun Kekasih Disiksa Buta Bibir Hancur
    Kamis, 25 Juni 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Terungkap! Nama-nama Kontroversial di Softgun Jadi Pemicu Bom SMA?
    Nasional

    Terungkap! Nama-nama Kontroversial di Softgun Jadi Pemicu Bom SMA?

    11-11-2025 - 22.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Terungkap! Nama-nama Kontroversial di Softgun Jadi Pemicu Bom SMA?

    zonamerahnews – Jakarta – Misteri di balik aksi peledakan di SMA 72 Jakarta mulai terkuak. Polisi menemukan fakta mengejutkan bahwa pelaku terinspirasi dari sejumlah nama pelaku kekerasan massal di berbagai belahan dunia. Nama-nama tersebut bahkan tertera jelas di softgun atau senjata mainan yang dibawa pelaku saat melancarkan aksinya pada Jumat lalu.

    Enam nama yang menjadi "inspirasi" pelaku adalah sosok-sosok kontroversial yang dikenal karena aksi kekerasan ekstrem mereka. Mereka adalah Eric Harris, Dylan Klebold, Dylan Storm Roof, Alexandre Bissonnette, Vladislav Roslyakov, dan Brenton Tarrant.

     Terungkap! Nama-nama Kontroversial di Softgun Jadi Pemicu Bom SMA?
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Eric Harris dan Dylan Klebold adalah otak di balik tragedi Columbine Highschool Massacre yang mengguncang Amerika Serikat pada tahun 1999. Keduanya dikenal memiliki pandangan neo-Nazi. Sementara itu, Dylan Storm Roof adalah pelaku penembakan massal di Gereja Charleston pada tahun 2015. Ia dikenal sebagai penganut supremasi kulit putih.

    Alexandre Bissonnette, juga seorang penganut supremasi kulit putih, melakukan penembakan massal di sebuah masjid di Kanada pada tahun 2017. Vladislav Roslyakov, pelaku penyerangan di Politeknik Kerch, Rusia pada tahun 2018, juga diketahui memiliki ideologi neo-Nazi. Terakhir, Brenton Tarrant adalah pelaku penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru pada tahun 2019. Ia dikenal sebagai penganut etnonasionalis.

    Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengungkapkan bahwa pelaku mempelajari aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh keenam orang tersebut. Bahkan, pelaku meniru beberapa tindakan dan simbol yang digunakan oleh para pelaku kekerasan tersebut.

    "Bahkan posenya kemudian beberapa simbol yang ditemukan itu sekadar menginspirasi," kata Mayndra dalam konferensi pers, Selasa (11/11). Ia menambahkan bahwa pelaku tidak memiliki ideologi yang konsisten, melainkan hanya terinspirasi dari berbagai ideologi yang berbeda.

    Mayndra menjelaskan bahwa pelaku mulai mencari informasi tentang aksi kekerasan karena merasa tertindas dan memiliki dendam. Pelaku juga merasa kesepian dan tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaannya.

    Pencarian informasi tersebut kemudian mengarahkannya ke berbagai situs yang berisi konten kekerasan. Pelaku juga bergabung dengan sebuah komunitas media sosial yang mengagumi aksi kekerasan.

    "Nah motivasi yang lain ketika beberapa pelaku itu melakukan tindakan kekerasan lalu mengupload ke media tersebut maka komunitas tersebut mengapresiasi sebagai sesuatu yang heroik gitu ya," ucap dia. Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak tentang bahaya konten kekerasan di dunia maya dan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah radikalisasi.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Heboh Dapur Gizi Fiktif Cilacap Ini Penjelasan Asli

    25-06-2026 - 08.06

    Gerindra Pasang Badan Bela Gibran Soal Duit Mahasiswa

    25-06-2026 - 06.06

    Pernyataan AHY Bikin Deddy PDIP Kebakaran Jenggot

    25-06-2026 - 03.06

    Bea Cukai Geger Polri Sita Bukti Impor HP Ilegal

    24-06-2026 - 22.05

    Buron 30 Tahun Harta Triliunan Masih Dikejar

    24-06-2026 - 18.06

    Polisi Serbu Bea Cukai Juanda Sidoarjo Ada Apa

    24-06-2026 - 16.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Heboh Dapur Gizi Fiktif Cilacap Ini Penjelasan Asli

    Nasional 25-06-2026 - 08.06

    zonamerahnews.com – Isu panas mengenai dugaan seratus lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG fiktif di…

    Gerindra Pasang Badan Bela Gibran Soal Duit Mahasiswa

    25-06-2026 - 06.06

    Pernyataan AHY Bikin Deddy PDIP Kebakaran Jenggot

    25-06-2026 - 03.06

    Bea Cukai Geger Polri Sita Bukti Impor HP Ilegal

    24-06-2026 - 22.05
    Our Picks

    Heboh Dapur Gizi Fiktif Cilacap Ini Penjelasan Asli

    25-06-2026 - 08.06

    Gerindra Pasang Badan Bela Gibran Soal Duit Mahasiswa

    25-06-2026 - 06.06

    Pernyataan AHY Bikin Deddy PDIP Kebakaran Jenggot

    25-06-2026 - 03.06

    Bea Cukai Geger Polri Sita Bukti Impor HP Ilegal

    24-06-2026 - 22.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.