Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terungkap! Suami Anggota DPRD Ditembak, Kasus Lama Terkait?

    16-02-2026 - 03.05

    15-02-2026 - 22.05

    15-02-2026 - 18.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Terungkap! Suami Anggota DPRD Ditembak, Kasus Lama Terkait?
    • Karawang Ambil Langkah Drastis: Hiburan Malam Tutup Penuh Selama Ramadan!
    • Terkuak! Kronologi Wali Kota Denpasar Minta Maaf ke Prabowo soal BPJS
    • Subang Berduka! Jaringan Miras Oplosan Maut Terbongkar, Ini Dalangnya!
    • Terkuak! 13 Lubang Tembakan di Pesawat Smart Air, Bukti Kekejaman KKB
    Senin, 16 Februari 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Home
    • Features
      • View All On Demos
    • Buy Now
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Gawat! Kurikulum Anti-Pencabulan Mendesak Masuk Sekolah & Pesantren!
    Nasional

    Gawat! Kurikulum Anti-Pencabulan Mendesak Masuk Sekolah & Pesantren!

    23-07-2025 - 03.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Gawat! Kurikulum Anti-Pencabulan Mendesak Masuk Sekolah & Pesantren!

    zonamerahnews – Jakarta – Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, khususnya yang menyasar anak-anak di sekolah dan pesantren, mendorong Komisi X DPR RI untuk mengambil langkah konkret. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, mengusulkan penyusunan kurikulum antipencabulan dan kekerasan seksual yang komprehensif dan terintegrasi ke dalam sistem pendidikan nasional.

    Lalu Hadrian mengungkapkan keprihatinannya atas fakta bahwa lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak-anak, justru menjadi arena kekerasan. Data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat adanya 573 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan sepanjang tahun 2024, dimana 42% diantaranya adalah kasus pencabulan. Lebih ironis lagi, 36% kasus pencabulan terjadi di lembaga pendidikan berbasis agama, termasuk pesantren.

     Gawat! Kurikulum Anti-Pencabulan Mendesak Masuk Sekolah & Pesantren!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Tempat yang seharusnya menjadi rumah kedua bagi anak-anak kini berubah menjadi arena teror, tempat di mana kepercayaan dilukai dan harapan dikhianati," tegas Lalu.

    Politisi dari PKB ini menekankan pentingnya kurikulum yang dirancang lintas disiplin, yang tidak hanya mengajarkan tentang batasan tubuh dan hak-hak anak, tetapi juga membangun keberanian untuk menolak segala bentuk pelecehan. Ia mencontohkan negara-negara seperti Belanda, Jerman, dan Swedia yang telah berhasil menerapkan pendidikan seksual berbasis perlindungan anak.

    Di Belanda, program "Kriebels in je buik" (Butterflies in your stomach) diperkenalkan sejak usia dini untuk membangun pemahaman tentang batas tubuh dan kepercayaan diri anak. Sementara di Swedia, pendidikan relasi dan seksualitas telah menjadi bagian dari kurikulum nasional sejak tahun 1955.

    Lalu Hadrian mengusulkan empat langkah strategis yang dapat dilakukan pemerintah bersama DPR untuk mewujudkan kurikulum antipencabulan ini. Pertama, menyusun kurikulum pencegahan pencabulan yang berbasis budaya lokal dan nilai-nilai agama. Kedua, pelatihan guru, pembina pesantren, dan seluruh tenaga kependidikan untuk memahami etika relasi kekuasaan dan sensitivitas perlindungan anak.

    Ketiga, membangun sistem pelaporan yang aman dan berpihak pada korban, termasuk di lingkungan pesantren yang selama ini minim pengawasan eksternal. Keempat, memulai pemodelan sekolah dan pesantren percontohan sebagai zona aman (Safe School and Pesantren Zone) guna menunjukkan efektivitas pendekatan preventif.

    "Kita tidak bisa lagi menormalisasi kekerasan atas nama pendidikan. Kita tidak bisa diam saat tubuh dan jiwa anak-anak kita dihancurkan oleh mereka yang sejatinya harus menjadi pelindung," pungkas Lalu.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Terungkap! Suami Anggota DPRD Ditembak, Kasus Lama Terkait?

    16-02-2026 - 03.05

    15-02-2026 - 22.05

    15-02-2026 - 18.05

    Karawang Ambil Langkah Drastis: Hiburan Malam Tutup Penuh Selama Ramadan!

    15-02-2026 - 13.05

    Terkuak! Kronologi Wali Kota Denpasar Minta Maaf ke Prabowo soal BPJS

    15-02-2026 - 08.05

    Subang Berduka! Jaringan Miras Oplosan Maut Terbongkar, Ini Dalangnya!

    15-02-2026 - 03.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Terungkap! Suami Anggota DPRD Ditembak, Kasus Lama Terkait?

    Nasional 16-02-2026 - 03.05

    zonamerahnews – Amat Muzakhim (55), suami dari anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah, Nur Fatwah,…

    15-02-2026 - 22.05

    15-02-2026 - 18.05

    Karawang Ambil Langkah Drastis: Hiburan Malam Tutup Penuh Selama Ramadan!

    15-02-2026 - 13.05
    Our Picks

    Terungkap! Suami Anggota DPRD Ditembak, Kasus Lama Terkait?

    16-02-2026 - 03.05

    15-02-2026 - 22.05

    15-02-2026 - 18.05

    Karawang Ambil Langkah Drastis: Hiburan Malam Tutup Penuh Selama Ramadan!

    15-02-2026 - 13.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.