Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Detik-detik Horor! Truk Gagal Rem Hantam 9 Kendaraan di Bawen

    03-03-2026 - 22.05

    Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!

    03-03-2026 - 18.05

    03-03-2026 - 13.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Detik-detik Horor! Truk Gagal Rem Hantam 9 Kendaraan di Bawen
    • Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!
    • Perang Timur Tengah Kian Panas, Nasib Ribuan Jemaah Umrah Indonesia Terancam!
    • Terungkap! Jurus Pamungkas Kapolri Atasi Macet Pelabuhan 2026
    • Indonesia Berkabung! Wafatnya Mantan Wapres, Bendera Setengah Tiang 3 Hari
    • Kacau! 9.400 Jemaah Umrah Jatim Terjebak di Saudi, Imbas Perang Panas!
    Rabu, 4 Maret 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Home
    • Features
      • View All On Demos
    • Buy Now
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional - Gawat! Kurikulum Anti-Pencabulan Mendesak Masuk Sekolah & Pesantren!
    Nasional

    Gawat! Kurikulum Anti-Pencabulan Mendesak Masuk Sekolah & Pesantren!

    23-07-2025 - 03.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Gawat! Kurikulum Anti-Pencabulan Mendesak Masuk Sekolah & Pesantren!

    zonamerahnews – Jakarta – Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, khususnya yang menyasar anak-anak di sekolah dan pesantren, mendorong Komisi X DPR RI untuk mengambil langkah konkret. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, mengusulkan penyusunan kurikulum antipencabulan dan kekerasan seksual yang komprehensif dan terintegrasi ke dalam sistem pendidikan nasional.

    Lalu Hadrian mengungkapkan keprihatinannya atas fakta bahwa lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak-anak, justru menjadi arena kekerasan. Data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat adanya 573 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan sepanjang tahun 2024, dimana 42% diantaranya adalah kasus pencabulan. Lebih ironis lagi, 36% kasus pencabulan terjadi di lembaga pendidikan berbasis agama, termasuk pesantren.

     Gawat! Kurikulum Anti-Pencabulan Mendesak Masuk Sekolah & Pesantren!
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    "Tempat yang seharusnya menjadi rumah kedua bagi anak-anak kini berubah menjadi arena teror, tempat di mana kepercayaan dilukai dan harapan dikhianati," tegas Lalu.

    Politisi dari PKB ini menekankan pentingnya kurikulum yang dirancang lintas disiplin, yang tidak hanya mengajarkan tentang batasan tubuh dan hak-hak anak, tetapi juga membangun keberanian untuk menolak segala bentuk pelecehan. Ia mencontohkan negara-negara seperti Belanda, Jerman, dan Swedia yang telah berhasil menerapkan pendidikan seksual berbasis perlindungan anak.

    Di Belanda, program "Kriebels in je buik" (Butterflies in your stomach) diperkenalkan sejak usia dini untuk membangun pemahaman tentang batas tubuh dan kepercayaan diri anak. Sementara di Swedia, pendidikan relasi dan seksualitas telah menjadi bagian dari kurikulum nasional sejak tahun 1955.

    Lalu Hadrian mengusulkan empat langkah strategis yang dapat dilakukan pemerintah bersama DPR untuk mewujudkan kurikulum antipencabulan ini. Pertama, menyusun kurikulum pencegahan pencabulan yang berbasis budaya lokal dan nilai-nilai agama. Kedua, pelatihan guru, pembina pesantren, dan seluruh tenaga kependidikan untuk memahami etika relasi kekuasaan dan sensitivitas perlindungan anak.

    Ketiga, membangun sistem pelaporan yang aman dan berpihak pada korban, termasuk di lingkungan pesantren yang selama ini minim pengawasan eksternal. Keempat, memulai pemodelan sekolah dan pesantren percontohan sebagai zona aman (Safe School and Pesantren Zone) guna menunjukkan efektivitas pendekatan preventif.

    "Kita tidak bisa lagi menormalisasi kekerasan atas nama pendidikan. Kita tidak bisa diam saat tubuh dan jiwa anak-anak kita dihancurkan oleh mereka yang sejatinya harus menjadi pelindung," pungkas Lalu.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Detik-detik Horor! Truk Gagal Rem Hantam 9 Kendaraan di Bawen

    03-03-2026 - 22.05

    Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!

    03-03-2026 - 18.05

    03-03-2026 - 13.05

    Perang Timur Tengah Kian Panas, Nasib Ribuan Jemaah Umrah Indonesia Terancam!

    03-03-2026 - 08.05

    Terungkap! Jurus Pamungkas Kapolri Atasi Macet Pelabuhan 2026

    03-03-2026 - 03.05

    02-03-2026 - 22.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Detik-detik Horor! Truk Gagal Rem Hantam 9 Kendaraan di Bawen

    Nasional 03-03-2026 - 22.05

    zonamerahnews – Sebuah insiden lalu lintas mengerikan terjadi di Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa…

    Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!

    03-03-2026 - 18.05

    03-03-2026 - 13.05

    Perang Timur Tengah Kian Panas, Nasib Ribuan Jemaah Umrah Indonesia Terancam!

    03-03-2026 - 08.05
    Our Picks

    Detik-detik Horor! Truk Gagal Rem Hantam 9 Kendaraan di Bawen

    03-03-2026 - 22.05

    Skandal Suap Hakim: Advokat Marcella Santoso Dihukum 14 Tahun Penjara!

    03-03-2026 - 18.05

    03-03-2026 - 13.05

    Perang Timur Tengah Kian Panas, Nasib Ribuan Jemaah Umrah Indonesia Terancam!

    03-03-2026 - 08.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.