zonamerahnews.com – Langkah mengejutkan diambil oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto saat melakukan kunjungan mendadak ke kediaman dua mantan pucuk pimpinan Polri di Jakarta Timur Sabtu lalu. Kehadiran Suyudi yang didampingi jajaran petinggi kepolisian seperti Wakapolri hingga Wakabareskrim ini memicu tanda tanya besar di tengah situasi institusi yang sedang memanas.
Dalam kunjungan tersebut Suyudi terlihat menyambangi kediaman Jenderal (purn) Surojo Bimantoro di kawasan Cibubur serta Jenderal (purn) Roesmanhadi. Meski Suyudi menyatakan bahwa agenda tersebut murni sebagai bentuk penghormatan kepada para senior Korps Bhayangkara namun momentum ini terasa sangat janggal.

Pertemuan hangat tersebut terjadi tepat di saat Polri tengah diguncang skandal penyadapan besar yang menyeret nama mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Kasus yang melibatkan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto ini tidak hanya menyeret Listyo namun juga melibatkan sejumlah petinggi lainnya yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sejumlah nama besar seperti Irjen Ahrie Sonta Nasution Irjen Eko Hadi Santoso hingga Irjen Slamet Uliandi kini harus berhadapan dengan hukum akibat keterlibatan mereka dalam kasus ini. Para tersangka tersebut terancam hukuman penjara yang sangat berat mulai dari 6 hingga 10 tahun akibat pelanggaran UU ITE dan KUHP. Di tengah badai hukum yang menerjang internal kepolisian aksi silaturahmi Suyudi ke rumah para pendahulunya kini menjadi sorotan tajam publik.

