zonamerahnews.com – Upaya memutus rantai kemiskinan di wilayah pelosok Indonesia kini memasuki babak baru melalui program ambisius pembangunan Sekolah Rakyat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian khusus pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau wilayah 3T guna memastikan akses pendidikan yang merata bagi keluarga prasejahtera.
Langkah strategis ini menjadi fokus utama dalam mendukung program prioritas Presiden. Dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Gus Ipul menyatakan bahwa pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki setidaknya satu gedung Sekolah Rakyat permanen. Fasilitas pendidikan ini dirancang secara masif dengan kapasitas mampu menampung hingga 2.000 siswa, yang mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas.

Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa menyambut baik inisiatif ini dan langsung mengajukan usulan konkret untuk wilayahnya. Setelah melihat keberhasilan program serupa di Mimika, Meki mengusulkan pembangunan dua titik Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Nabire. Ia telah menyiapkan lahan luas yang bersumber dari aset Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta Pemerintah Kabupaten Nabire guna mendukung fasilitas tersebut.
Menurut Meki, kehadiran sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, melainkan senjata utama untuk memutus siklus kemiskinan antargenerasi di Papua Tengah. Ia menyebutkan bahwa total lahan yang disiapkan mencapai belasan hektare untuk memastikan pembangunan berjalan optimal.
Menanggapi usulan tersebut, Gus Ipul memberikan lampu hijau dengan catatan teknis yang ketat. Ia meminta pihak pemerintah daerah segera melengkapi persyaratan administratif dan memastikan kesiapan infrastruktur pendukung. Hal-hal krusial seperti kemiringan lahan, ketersediaan air bersih, pasokan listrik, hingga akses jalan harus dipastikan siap sebelum pembangunan dimulai. Kementerian Pekerjaan Umum nantinya akan turun tangan mengawal proses teknis agar sekolah rakyat di Nabire dapat segera berdiri tegak.

