zonamerahnews.com – Kabar mengejutkan datang bagi para pengguna setia layanan BisKita Trans Depok yang kerap melintasi rute Terminal Depok menuju Stasiun LRT Harjamukti. Wali Kota Depok Supian Suri memberikan sinyal kuat bahwa fasilitas transportasi publik yang selama ini dinikmati secara cuma-cuma tersebut akan segera berubah status menjadi layanan berbayar.
Perubahan kebijakan ini rencananya akan mulai diberlakukan pada awal tahun depan. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan kuat, melainkan sebagai strategi pemerintah kota untuk melakukan pemerataan layanan transportasi di wilayah Depok. Dana subsidi yang selama ini dialokasikan untuk menggratiskan rute Harjamukti akan dialihkan guna mendukung operasional koridor baru, yakni jalur Bojong Sari menuju Terminal Depok.

Supian Suri menjelaskan bahwa beban anggaran pemerintah kota cukup besar untuk menopang operasional BisKita. Sebagai gambaran, pada tahun 2026 saja, Pemkot Depok harus menyiapkan dana sekitar Rp19 miliar demi memastikan layanan ini tetap berjalan lancar. Jika pemerintah tetap memaksakan kebijakan gratis untuk dua rute sekaligus, dikhawatirkan anggaran akan menjadi sangat berat dan tidak efisien.
"Kita harus mempersiapkan jalur tambahan untuk koridor kedua dari Terminal Depok sampai Bojong Sari. Jika kedua koridor ini digratiskan, akan sangat sulit bagi kami untuk menutup biaya operasionalnya," ungkap Supian dalam keterangannya.
Terkait besaran biaya yang harus dikeluarkan penumpang, pemerintah telah menyiapkan skema tarif yang berbeda. Masyarakat umum dan kalangan mahasiswa nantinya akan dikenakan tarif sebesar Rp6.000 per perjalanan. Namun, pemerintah tetap memberikan perhatian khusus bagi kelompok tertentu dengan memberikan potongan harga.
Bagi para pelajar serta lansia yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas, tarif khusus sebesar Rp4.000 akan diterapkan. Dengan adanya selisih harga tersebut, diharapkan mobilitas warga, terutama kelompok rentan, tetap dapat terjangkau meskipun skema gratis tidak lagi diberlakukan pada rute utama tersebut.

