zonamerahnews.com – Aksi brutal yang mengguncang kawasan Jalan Tanggul Timur Cengkareng akhirnya menemui titik terang setelah pihak kepolisian berhasil meringkus salah satu aktor intelektual di balik serangan maut tersebut. Insiden mencekam yang menimpa tiga warga di sekitar Kompleks Permata atau yang akrab disebut Kampung Ambon ini menyisakan luka mendalam bagi masyarakat setempat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Imron Ermawan mengungkapkan bahwa pelaku berinisial FDM telah diamankan oleh tim gabungan. Menariknya pelaku tidak ditangkap melalui pengejaran fisik yang dramatis melainkan menyerahkan diri kepada petugas Krimum Polda Metro Jaya di kawasan Duren Tiga Jakarta Selatan setelah melalui beberapa perantara.

Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti mematikan yang digunakan dalam aksi tersebut. Koleksi senjata yang disita meliputi satu pucuk senjata api rakitan serta berbagai amunisi berupa peluru kaliber 9 mm hingga selongsong peluru yang memperkuat bukti keterlibatan pelaku dalam serangan bersenjata tersebut.
Berdasarkan hasil investigasi mendalam terungkap bahwa aksi penembakan dan pembacokan ini bukanlah serangan acak melainkan sebuah aksi balas dendam yang terencana. FDM bersama kelompoknya merasa sakit hati setelah sebelumnya mengalami pemukulan oleh sekelompok orang. Rasa dendam yang memuncak membuat pelaku mengumpulkan rekan-rekannya untuk melakukan serangan balasan secara membabi buta.
Kronologi kejadian bermula saat ketiga korban sedang bersantai di bantaran kali pada Rabu sore tanpa menyadari maut sedang mengintai. Kelompok pelaku tiba-tiba datang mendatangi lokasi dan langsung melancarkan serangan menggunakan parang serta senjata api rakitan secara bersama-sama.
Meski satu orang telah mendekam di balik jeruji besi polisi menegaskan bahwa pengejaran terhadap pelaku lainnya masih terus dilakukan secara intensif. Pihak kepolisian memastikan seluruh identitas anggota kelompok lainnya sudah teridentifikasi dan kini masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO. Tim gabungan berkomitmen untuk segera melumpuhkan sisa pelaku guna memberikan keadilan bagi para korban.

