zonamerahnews.com – Nasib ratusan kepala keluarga di Blora Jawa Tengah kini tengah berada di ujung tanduk akibat proyek pembangunan Bendungan Karangnongko. Sebanyak 535 kepala keluarga dipastikan harus kehilangan tempat tinggal mereka demi kelancaran proyek infrastruktur raksasa tersebut.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra Danang Wicaksana Sulistya menegaskan akan pasang badan untuk mengawal proses relokasi ini. Masalah ini mencuat setelah ia menerima berbagai keluhan langsung dari masyarakat saat melakukan masa reses. Danang berjanji akan membawa persoalan krusial ini ke meja rapat kerja bersama kementerian terkait guna memastikan hak-hak warga tetap terlindungi.

Salah satu poin yang menjadi perhatian serius adalah rencana pemindahan warga ke lahan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus yang saat ini dikelola oleh UGM. Meski lahan tersebut sudah memiliki izin awal untuk relokasi namun proses alih fungsi lahan dari Kementerian Kehutanan masih menjadi hambatan yang harus segera diselesaikan.
Data menunjukkan skala dampak proyek ini sangat luas mencakup 1.037 bidang tanah yang tersebar di lima desa berbeda. Desa Ngrawoh menjadi wilayah dengan dampak terbesar diikuti oleh desa Nginggil Nglebak Megeri dan Mendenrejo.
Tak hanya soal pemindahan rumah Danang juga menyoroti pentingnya kualitas hidup warga pasca relokasi. Ia mendorong pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk mempermudah akses bantuan bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu. Menurutnya urusan administrasi yang rumit jangan sampai menjadi penghalang bagi warga miskin untuk mendapatkan hunian yang layak sehat dan aman.

