zonamerahnews.com – Misteri di balik kobaran api yang melahap hutan dan lahan di Kalimantan Selatan mulai terkuak dengan fakta mengejutkan. Kepolisian melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel kini tengah membidik keterlibatan aktor asing dalam pusaran kasus kebakaran hutan dan lahan yang merusak ekosistem tersebut.
Kombes Pol Sigit Haryono mengungkapkan bahwa penyidik menemukan indikasi kuat adanya peran pihak luar negeri dalam sejumlah korporasi yang tengah diperiksa. Alih-alih hanya sebagai pemasok, pihak asing ini diduga kuat masuk ke dalam struktur perusahaan sebagai pemodal utama atau pemilik saham.

Sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, hingga Tanah Laut kini berada di bawah radar kepolisian. Meski belum ditemukan bukti kuat mengenai pembakaran yang dilakukan secara sengaja, polisi mendalami adanya unsur kelalaian fatal dari pihak perusahaan.
Ketidaktersediaan sarana pemadam kebakaran yang memadai serta prosedur operasional standar yang lemah menjadi fokus utama penyelidikan. Perusahaan-perusahaan ini diduga gagal menyediakan alat pemadam yang lengkap dan tidak membekali personel mereka dengan pelatihan yang mumpuni untuk menghadapi situasi darurat.
Secara keseluruhan, sebanyak 13 korporasi sedang menjalani pemeriksaan intensif bersama 16 individu lainnya. Data nasional menunjukkan skala kerusakan yang sangat masif dengan total lahan terbakar mencapai puluhan ribu hektare.
Situasi ini semakin pelik karena dari ratusan laporan polisi yang masuk, puluhan perusahaan bahkan telah direkomendasikan untuk dicabut izin usahanya. Polisi terus bergerak cepat untuk membongkar siapa sebenarnya dalang di balik kegagalan pengelolaan lahan ini, terutama terkait keterlibatan modal asing yang kini tengah diselidiki secara mendalam.

