zonamerahnews.com – Suasana sunyi di Jalan Bakar Batu Tanjungpinang mendadak pecah menjadi kericuhan pada Rabu dini hari saat puluhan warga mendatangi kantor PLN UP3 Tanjungpinang. Amarah warga meledak setelah Kota Gurindam harus menelan pil pahit berupa pemadaman listrik yang berlangsung sangat lama sejak Selasa siang hingga menjelang subuh.
Aksi protes yang didominasi oleh anak muda ini dipicu oleh rasa frustrasi akibat ketidakpastian aliran listrik. Salah satu warga bernama Ardi mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah melampaui batas kewajaran. Menurutnya pemadaman yang terjadi tidak merata dan dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya sehingga merugikan masyarakat secara materiil.

Kerugian tidak hanya soal kegelapan namun juga kerusakan perangkat elektronik di rumah warga akibat arus listrik yang naik turun secara tidak stabil. Warga menuntut penjelasan konkret mengapa gangguan listrik di wilayah Pulau Bintan dan Tanjungpinang ini terus berulang dan sangat mengganggu aktivitas kehidupan.
Menanggapi aksi tersebut pihak PLN melalui Heru Eka Saputra menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena adanya defisit daya yang cukup signifikan. Saat ini pasokan listrik di Pulau Bintan masih sangat bergantung pada PLTD karena pasokan dari sistem interkoneksi kabel bawah laut dari Batam belum masuk secara maksimal.
Kesenjangan antara kebutuhan listrik yang mencapai angka 100 MW dengan daya cadangan yang hanya tersedia sekitar 30 MW memaksa pihak PLN melakukan pemadaman bergilir. Meski massa akhirnya membubarkan diri setelah dikawal pihak kepolisian ketegangan diprediksi akan kembali memuncak saat warga berencana menggelar aksi demonstrasi yang lebih besar pada siang harinya.

